MUI Pasaman Muzakarah bersama Buya Gusrizal

Pasaman, SuhaNews –  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasaman membentang mudzakarah dibuka resmi oleh Wakil Bupati Pasaman Sabar AS, S.Ag, M.Si di gedung Syamsiar Thaib Lubuk Sikaping Kamis (3/11).

Ketua MUI Pasaman H. Nasbin Panyahatan LC, MA mengatakan mudzakarah ini diikuti sebanyak 67 peserta terdiri dari anggota MUI kabupaten, oara ulama dan muballigh utusan perkecamatan. Juga dari KUA, Ketua atau pengurus masjid raya se-Kabupaten Pasaman.

Nasbin menyampaikan kegiatan ini diinisiasi dengan tujuan berdialog, menyamakan dan menjelaskan serta mendiskusikan permasalah yang muncul di tengah-tengah umat.

Lanjut Nasbin, mudzakarah kali ini menghadirkan Ketua MUI Provinsi Sumatera Barat Buya H. DR. Gusrizal Bahar Dt Palimo yang memaparkan materi mengenai istinbath hukum. Juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Drs. H. Gusman Piliang, MM dan Pakar Ilmu Falaq DR. Firdaus.

Nasbin menginformasikan kegiatan mudzakarah dilaksanakan selama dua hari full mulai tanggal 2 sampai 3 November di gedung Syamsiar Thaib Komplek Kantor Bupati Pasaman.

“Selama mudzakarah para peserta diinapkan di Pasaman Islamic Center, dan kegiatan lain di luar materi peserta melaksanakan sholat tahajud dan praktek menentukan waktu shalat yang dipandu oleh Pakar Ilmu Falaq”, tukasnya.

membahas mengenai posisi penyesuaian waktu subuh nan seharusnya dilaksanakan di Indonesia dan keputusan fatwa MUI Sumatra Barat tentang waktu sholat subuh.

Nasbin menerangkan, mudzakarah diawali dengan materi juga cukup menarik dan hangat dimasyarakat mengenai moderasi beragama yang disampaikan oleh Kakan Kemenag Kabupaten Pasaman. Disambung dengan materi mengenai penentuan waktu sholat Subuh sesuai dengan fatwa baru MUI.

Dari pantauan dan sejumlah pendapat peserta, kegiatan mudzakarah ini mendapat antusias positif. Pertanyaan, diskusi dan tukar menukar ilmu terbangun dalam kegiatan tersebut.

BACA JUGA  Galodo Sungai Lolo Pasaman, Jalan Putus dan Warga Menginap di SD

Seorang peserta Wahyuni Endila mengutarakan harapan hendaknya kegiatan seperti ini berlanjut setiap tahunnya. Sehingga permasalah dan keraguan di tengah umat mendapatkan solusi dari para ulama, dai, ustadz dan pengurus Masjid se Kabupaten Pasaman sebagai peserta mudzakarah ini.

“Semoga terhindarinya keraguan umat dan terciptanya ketenangan di tengah masyarakat”, ucap Wahyuni. Yusuf

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News