Alami Hidrosefalus, Bupati Agam dan Alumni SMAN 1 Bukittinggi Kunjungi Tauhid

bupati
Palupuah, SuhaNews – Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman bersama Alumni SMAN 1 Bukittinggi angkatan 81, mengunjungi rumah Tauhid Maulana (7,5) penderita hidrosefalus, di Jorong Paninggiran Ateh, Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuah, Sabtu (30/10).

Bupati dan rombongan terlihat iba dan sedih melihat kondisi Tauhid. yang sedang terbaring lemas di lantai. Badannya kurus, ia pun belum bisa berbicara. Tauhid hanya bisa mengonsumsi bubur dan susu setiap harinya.

Baca juga: Peduli Anak dan Disabilitas: Pemko Sawahlunto Kerjasama dengan Pengadilan Negeri

Ibunya Nandi (36) mengatakan bahwa indikasi awal yang terlihat adanya kelainan pada anaknya tersebut ketika masih balita.

“Pihak rumah sakit menyatakan anak saya mengidap penyakit hidrosefalus” ujar Nandi.

Nandi sempat beberapa membawa anaknya ke rumah sakit. Namun karena keterbatasan biaya  ia tidak pernah lagi membawa Tauhid ke rumah sakit.

Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman menyampaikan keprihatinannya atas cobaan yang menimpa keluarga Nandi, seraya berjanji akan membantu proses pengobatan Tauhid.

“Saya mendapatkan informasi dari masyarakat, jika ada warga penderita hidrosefalus di Palupuah,” ujar Bupati Andri Warman.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, ia bersama Alumni SMAN 1 Bukittinggi angkatan 81, langsung bergerak melihat kondisi Tauhid.

“Untuk membantu proses penyembuhan, saya menugaskan camat dan dinas terkait untuk memantau perkembangan kesehatannya,” ujarnya seraya memberikan santunan kepada keluarga.

Sementara itu, salah seorang Alumni SMAN 1 Bukittinggi, dan juga merupakan Dokter Spesialis Anak, Dr. dr. Elmi, Sp.A, mengatakan, hidrosefalus disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan penyerapan cairan di dalam otak. Akibatnya, cairan di dalam otak terlalu banyak dan membuat tekanan dalam kepala meningkat.

“Kami sarankan kepada keluarga agar dapat membawa Tauhid ke rumah sakit, sehingga Tauhid selalu dalam pengawasan dokter,” ujarnya.

BACA JUGA  Bupati Agam Serahkan Becak Motor Pengangkut Sampah untuk Pasar Serikat

Karena menurutnya, gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini cukup menghawatirkan, salah satunya adalah kejang-kejang.

“Hidrosefalus yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan dalam perkembangan fisik dan intelektual anak,” jelasnya. (*)

Baca juga: Wako Hendri Septa Apresiasi Kepedulian ACT Dukung Program Vaksinasi Covid-19

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaCapaian Vaksin di Nagari Panyakalan 75 Persen
Artikel berikutnyaAda 23 Kegiatan Ekstra Kurikuler di MAN 2 Bukittinggi