Ali Chandra; Berdamailah dengan Ujian

Ali Chandra; Berdamailah dengan Ujian

Berdamailah dengan Ujian

Oleh : Ali Chandra

Kemaren, dimedia sosial FB seorang teman share video seorang gadis yang mencoba untuk mengakhiri hidupnya dengan cara minum racun

Kemaren pun kita disuguhkan tayangan lewat pesawat televisi, bagaimana seorang istri tega menghabisi nyawa suaminya, dan berujung pada hukuman mati.

Tak sunyi pun kita mendengar berita, ada ibu yang tega membunuh anaknya, atau bapak sampai hati membakar anaknya, untuk kemudian merekapun menghabisi nyawanya sendiri.

Ramai kita dengar dan saksikan orang-orang yang terjebak dalam perangkat pengaruh narkoba untuk mencari kesenangan sesaat atau mencoba lari dari persoalan hidup yang menghimpit

Lantas pertanyaannya, mengapa semua itu mereka lakukan ?

Ketika seseorang merasa tidak kuat untuk menghadapi penderitaan hidup, dia akan mencari pelarian untuk membebaskan diri dari penderitaan itu. Banyak macam cara pelarian ini, yang terburuk dan paling mengerikan adalah bunuh diri, disamping ada yang bersembunyi di balik hiburan-hiburan, kesenangan-kesenangan yang sebenarnya semu dan dicari-cari. Dia tidak menyadari bahwa semua bentuk pelarian itu adalah sebuah kesia-siaan. Mengapa sia-sia? karena sesungguhnya apa yang kita namakan penderitaan hidup itu tak lain dan tak bukan adalah PERMAINAN PIKIRAN KITA SENDIRI !

Pikiran yang selalu melekat kepada masa lalu, kepada apa yang telah terjadi dan yang mungkin akan terjadi, hal ini tentu saja menimbulkan rasa kesal, duka dan khawatir. Dia tidak pernah mau menghadapi setiap peristiwa sebagai sesuatu yang wajar, menghadapi dengan gagah berani, mempelajarinya dengan penuh perhatian tanpa menyalahkan siapapun.

Kita hanya bisa bebas dari semua penderitaan kalau kita berani menghadapinya langsung, memandang dan mengamatinya secara langsung, melihat apa adanya, kewajarannya sebagai suatu fakta, jika pikiran kita bisa menerima semua yang kita anggap penderitaan sebagai hal yang wajar, dan kemudian dengan jiwa besar menerima dan menghadapinya, serta mengamati dan mempelajarinya untuk keluar dari penderitaan itu, maka sudah pasti bahwa penderitaan itu akan lenyap. Kita akan bebas dari penderitaan karena penderitaan itu adalah PENDAPAT PIKIRAN yang terdorong oleh kekecewaan, iba diri dan sebagainya.

BACA JUGA  Polsek Bukittinggi Tangkap 2 Pelaku Pemerasan di Simpang Yarsi

Ini bukanlah “retorika” belaka, pengalaman hidup mengajarkan pada saya, saat kita merasa ujian itu rasanya sudah diambang batas untuk kita bisa bertahan, maka bisa saja kita mencari pelarian dengan melakukan hal-hal tersebut diatas, namun saat kita bisa “berdamai” dengan ujian kehidupan itu, dan mencoba mencari jawaban atas setiap pertanyaannya, maka pikiran akan terbuka, kegelapan akan sirna, yang ada adalah semangat untuk bangkit, berjuang dan keluar sebagai pemenang.

Satu yang harus kita ingat dan jadikan sebagai prinsip hidup jika

“Allah takkan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hamba-Nya” (Q.S Albaqarah : 286 )

Maka bagi saudaraku, sahabatku dimanapun berada, jika saat ini sedang diuji oleh Nya, menjalani cobaan hidup yang rasanya begitu berat, maka tetaplah tersenyum, tertawakan ujian itu, dan ingatlah jika kita bisa melewatinya. Sebagaimana kebahagiaan, sesungguhnya penderitaan itu adalah permainan pikiran belaka.

Akan selalu ada cahaya, dibalik gelapnya awan.

Yuk kita kemasjid, karena dengan penyatuan sujud kita pada Nya, kekerasan duniawi ini akan hancur dan lebur.

Tulisan Ali Chandra lainnya :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaKembali Mahasiswa Universitas Pertamina Raih Penghargaan lewat Solusi Rantai Pasok
Artikel berikutnyaTerpilih 381 Penerima Beasiswa Pertamina, Dirut Pertamina : Diutamakan Yang Terdampak Covid-19