Babinsa Nagari Lubuk Bunta Lakukan Budidaya Rumput Odot

babinsa
Pesisir Selatan, SuhaNews – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Nagari Lubuk Bunta, Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan memotivasi peternak melakukan budidaya rumput odot agar peternak tidak melepas sapinya secara liar.  

Nagari Lubuk Bunta di Kecamatan Silaut, merupakan salah satu nagari penghasil daging sapi di Kabupaten Pesisir Selatan,” ujar Wali Nagari Lubuk Bunta, Kecamatan Silaut, Nasrizal, Jumat (1/10).

Ternak dilepas secara liar, tambah Nasrizal, masih menjadi salah satu kebiasaan selama ini yang  sulit untuk dihilangkan oleh sebagian peternak.

Baca juga: Wako Genius Umar Serahkan Mesin Pencacah Makanan Ternak

Dalam upaya mengatasi itulah, Babinsa mengajak peternak untuk mengembangkan rumput odot. Dengan luas lahan 1/2 hektare bisa dimanfaatkan untuk 18 ekor sapi.

“Bagi peternak yang ingin melakukan pengembangan dan budidaya rumput odot, bisa mendapatkan bibit secara gratis pada lahan budidaya itu,” ujar Nasrizal.

Babinsa nagari, jelasnya, memotivasi peternak agar mau mengandangkan sapinya melalui penyediaan pakan dengan cara menanam rumput odot pada lahan yang ada.

“Saya berterima kasih kepada Babinsa, Sertu Waltadi yang telah melakukan budidaya rumput odot di Nagari Lubuk Bunta sejak tiga tahun terakhir.

“Sebab ketersediaan lahan yang luas, serta juga suburnya tanaman rumput yang dibudidayakan, sangat diyakini ekonomi warga dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang belum mereda hingga saat ini akan tetap semakin membaik di nagari ini.

Karena dinilai sukses dalam melakukan motivasi kepada masyarakat, sehingga usaha peternakan yang dikembagkan dengan cara dikandangkan ini mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Pessel, Rudi Hariyansyah, saat berkunjung bersama rombongan beberapa waktu lalu,” akunya.

Babinsa Nagari LUbuk Bunta, Sertu Waltadi, menjelaskan bahwa sudah saatnya para peternak dalam melakukan budidaya sapi di daerah melakukan pola dikandangkan.

BACA JUGA  SMAN 1 Padang Panjang Nomor 1 di Sumbar dan Peringkat 73 Nasional di UTBK

“Sebab selain ternak terjaga dari ancaman hilang, mati tertabrak, dan lainnya, lingkungan juga terjaga. Bagi masyarakat yang ingin belajar melakukan budidaya rumput odot untuk pakan sapi, saya juga siap untuk membantu. Bahkan bila ingin mendapatkan bibit untuk dikembangkan, saya juga akan memberikan secara gratis,” katanya.

Ditambahkannya bahwa usaha ternak sapi pola dikandangkan pada lahan seluas 1/2 hektare dengan cara ditanami rumput odot itu, dia mulai sejak tahun 2019 lalu.

“Amalnya (tahun 2019 red) saya hanya memiliki sapi sebanyak 9 ekor, sekarang sudah berkembang menjadi 19 ekor. Jenis sapi yang saya kembangkan di sela-sela waktu yang ada adalah sapi bali,” katanya.

Dia menambahkan bahwa pada lahan seluas 1/2 hektare itu, potensi pengembangan sapi dengan mengandalkan makanan dari lahan itu bisa mencapai 50 ekor.

“Untuk membantu makanan cadangan, sekarang kita juga tengah melakukan fermentasi dari dahan kelapa sawit, talas, dan juga berbagai jenis umbi-umbian lainnya,” ucap Waltadi.

Camat Silaut, Samwil, mengatakan bahwa semua nagari di kecamatan itu memang dimotivasi agar memiliki inovasi dalam mengembangkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi saat ini.

“Hal juga dilakukan oleh Nagari Lubuk Bunta, melalui Babinsanya Sertu Waltadi, dengan cara budidaya rumput odot untuk pakan ternak sapi yang dikandangkan. Berkat inovasi itu, saya menyampaikan apresiasi dan juga terimakasih,” ucapnya.

Dikatakan juga bahwa di kecamatan itu masyarakat juga telah mengintegrasikan ternak sapi bali pada lahan perkebunan kelapa sawit.

“Melalui program integrasi itu, sehingga ternak sapi berkembang dengan sangat pesat sejak lima tahun terakhir. Sebab populasinya sudah mencapai 20 ribu ekor di kecamatan ini saja.

Ini akan terus berkembang seiring semakin tingginya motivasi masyarakat melakukan budidaya ternak sapi, baik dengan cara dikandangkan, maupun melalui program integrasi tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA  Polres Padang Tangkap Seorang Pria Yang Sembunyikan Sabu di Dalam Masker

Dandim 0311 Pessel, Letkol Inf Gamma Arthadila Sakti, mengapresiasi Babinsa Nagari Lubuk Bunta, Sertu Waltadi.

“Upaya yang sudah dilakukan di tengah-tengan pandemi Covid-19 itu, akan menjadi contoh bagi masyarakat. Sebab ada berbagai opsi yang bisa dilakukan untuk ketahanan ekonomi keluarga, salah satunya beternak sapi dengan cara dikandangkan itu,” timpalnya. (*)

Baca juga: Pasar Ternak Modern di Nagari Guguak Sarai Terbengkalai Sejak 2011

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaSumbar Peringati Hari Jadi ke-76, Hadirkan Tokoh Nasional
Artikel berikutnyaDihadiri Wawako, Pengusrus FKDT Kota Solok Dikukuhkan