Bahas Perkembangan Covid-19, Bupati Tanah Datar Pimpin Rapat

covid
Tanah Datar, SuhaNews – Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma memimpin rapat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Kamis (14/01/2021) di Aula Eksekutif di Pagaruyung 

Rapat dihadiri Forkopimda Tanah Datar dan Padang Panjang, Sekda Irwandi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Suhermen, Kepala Perangkat Daerah terkait, Camat dan unsur lainnya.

“Semua elemen yang terlibat diharapkan dapat berkomitmen dalam menjalankan hingga ke lapisan terbawah, sehingga juga dapat menjadi solusi untuk anak-anak pelajar bisa belajar secara tatap muka,” ujar Bupati Zuldafri Darma.

Bupati Tanah Datar mengeluarkan keputusan tentang pembentukan Satgas Covid-19 menggantikan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang lama.

“Dengan adanya satgas penanganan covid-19 ini, diharapkan  dapat menekan angka penambahan kasus positif dan status kuning tidak sampai ke merah, bahkan steril dari pandemi virus corona,” harap Zuldafri Darma.

Menyinggung soal Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sebahagian telah dimulai di jenjang SLTA, tidak tertutup kemungkinan desakan masyarakat untuk tingkat SLTP dan SD juga dibuka. Bupati minta OPD terkait siapkan polanya, sehinga kekhawatiran akan lahirnya klaster baru tersebut tidak terjadi.

Sementara Sekda Irwandi mengatakan bahwa Tanah Datar sudah bertahan hampir dua minggu pada zona kuning dengan skor 2,48, walau demikian pemerintah daerah akan terus berupaya untuk terus bertahan untuk tidak naik ke level berikutnya, dan pemda juga bersiap untuk mengantisipasi seandainya masih terjadi penambahan kasus positif corona.

“Dari perbandingan hasil swab di provinsi, OTG itu berkisar 5-10%, kalau kita swab sekitar 5.000 orang maka diperkirakan yang terkonfirmasi positif itu bisa mencapai 100 orang dan kemungkinan itu harus kita sikapi,” ucapnya.

Irwandi juga menyebut terkait vaksin covid-19 dan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) belum sepenuhnya dimulai, dikatakannya walaupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah menyusun program, namun dari berbagai masukan PBM belum juga dimulai sepenuhnya, hal itu untuk mencegah lahirnya klaster baru.

BACA JUGA  17 Peserta Ikuti Tes Rekrutmen Petugas Haji di Kab. Solok

Kepala Dinas Kesehatan dr. Yesrita Zedrianis mengatakan hingga hari kemaren (Rabu-red) kasus terkonfirmasi positif di Tanah Datar mencapai 901 orang dengan kasus yang masih positif hingga saat ini mencapai 176 orang, sembuh lebih dari 700 orang dan meninggal 31 orang.

“Dari sejumlah kasus tersebut kita saat ini melaksanakan skrening terhadap guru-guru, di mana pada minggu kemaren kita laksanakan pada guru SMA, MAN dan SMK, pada minggu ini sedang berlangsung pemeriksaan pada guru SMP dan Tsanawiyah. Dari hasil itu kita dapatkan beberapa guru yang terkonfirmasi positif,” ujarnya.

Untuk SD dan MI dikatakan Yesrita akan dilakukan minggu depan, sementara untuk jumlah yang telah di swab sampai saat ini disampaikannya sudah lebih dari 11 ribu orang dari semua kasus atau sekitar 3,2 persen dari jumlah penduduk Tanah Datar.

Terkait vaksinasi dikatakannya Tanah Datar mendapat jadwal termen II yaitu sekitar bulan Februari mendatang dan diprioritaskan pertama untuk tenaga kesehatan, berdasarkan data katanya tenaga kesehatan di Tanah Datar yang akan divaksin sebanyak 1.641 orang itu termasuk tenaga pendukung di luar tenaga kesehatan.

Reporter: Dajim            Editor: Wewe

Baca juga:

Facebook Comments

loading...