Balon Bupati Solok, Adli; Perlu Out of The Box

Balon Bupati Solok, Adli; Perlu Out of The Box
Baliho Dr. Adli, SE., M.Si terpajang di beberapa titik. Warga mulai bertanya-tanya, Siapakah Balon Bupati Solok ini? Selama ini, ia tidak begitu dikenal masyarakat Kabupaten Solok. Ada yang menduga jika Adli lahir dan besar di rantau, kini ingin pulang untuk membangun kampung.

“Hingga selesai sarjana, saya di kampung,” ujar Adli.

Kelahiran Solok, 1969 menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD Negeri Gantung Ciri dan SMPN 2 Kota Solok. Selanjutnya masuk SMAN 1 Kota Solok. Begitu selesai SMA, ia masuk ke Program Studi Kimia, FMIPA Universitas Andalas Padang. Hanya setahun, Adli memilih melanjutkan kuliahnya di Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Bung Hatta.

“Saya melanjutkan ke Program Magister  Sains Akuntansi UGM Yogyakarta,” jelasnya.

Pada 2010, Adli menyelesaikan Program Doktor Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Padjajaran Bandung. Begitu menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Bung Hatta, Adli langsung diterima sebagai dosen.

“Pada rentang waktu 1997-2005  menjadi dosen tetap Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Bung Hatta,” jelasnya.

Sebagai dosen, Adli pernah mengabdi di STIE KBP Padang, Universitas Baiturrahmah, STIE Indonesia Padang, Universitas Tri Sakti Jakarta, Universitas Pancasila Jakarta, Universitas Syahid Jakarta, STIE Tunas Nusantara Jakarta dan beberapa universitas lainnya.

“Sejak 2013 menjadi dosen  tetap di Universitas Mercubuana Jakarta,” paparnya.

Di samping dosen, Adli dikenal sebagai pengusaha. Saat ini ia menjadi direktur di PT Shoqo Medika Investama, PT Andalas Bumi Lestari dan PT Andalas Bersih Hijau.  Di samping itu juga pernah menjadi Direktur Keuangan pada PT. Jasa Sarana (BUMD Jawa Barat) dan Komisaris PT Citra Marga Lintas Jabar, dan masih banyak jabatan lain yang pernah diemban putra Gantung Ciri ini.

BACA JUGA  Longsor Putuskan Jalur Sulit Air - Pasilihan, 2 Rumah Alami Kerusakan

Keterlibatan Putra dari Anwar Pakiah Marajo (alm) dan Ratina (alm) ini di partai politik sudah sejak lama. Bahkan pada 1998 ia dipercaya sebagai Ketua DPC PK (Partai Keadilan) Kecamatan Padang Barat. Bahkan pada 1999 ia pernah menjadi Caleg PK Kabupaten Solok, kemudian pada 2004 menjadi caleg PKS Sumbar untuk dapil Sijunjung, 2009 kembali menjadi caleg PKS Dapil Solok.

“Pada 2009-2015, saya dipercaya menjadi Kaderisasi DPC Cileungsi,” ujar suami dari Yusnelli Arpina ini.

Kesibukannya sebagai dosen tetap, dosen luar biasa, konsultan, auditor di Kantor Akuntan Publik,  komisaris, staf ahli di perusahaan, serta partai politik tidak membuatnya lupa mengikuti perkembangan kampung halamannya.

“Insya Allah sudah ada mandat untuk maju pada pemilihan Bupati Solok,” ujar ayah dari dua anak ini.

Hingga sekarang memang belum ada kandidat yang diusung partai. Semua partai pemenang di Kabupaten Solok masih mencari figur yang tepat untuk diusung. Di samping itu, koalisi partai pun belum pasti. Belum ada deklarasi koalisi hingga sekarang.

Masing-masing partai menerima pendaftaran balon bupati dan/atau wakil bupati. Kemudian ada yang sudah memberi kesempatan kepada balon untuk menyampaikan visi misinya, ada yang baru sebatas menerima dan melengkapi persyaratan administrasi, tetapi belum ada penyampaian visi dan misi di hadapan pengurus partai.

“Melihat APBD Kabupaten Solok saat ini, perlu out of the box,” jelas Adli, yang juga dikenal sebagai pengusaha ini.

Di samping out of the box, Adli akan berusaha mewujudkan Money Follow Program (uang  mengikuti program), serta mempriorotaskan APBD sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Munculnya keinginan mewujudkan program ini setelah mempelajari kondisi Kabupaten Solok terkini.

“Saya akan mengikuti mekanisme dan dinamika yang berkembang,” jelas Adli.

BACA JUGA  Warga Saningbakar Solok Dilaporkan Hilang Saat ke Ladang

Diakuinya, hingga sekarang memang belum ada kepastian pencalonan dirinya  pada pilkada serentak ini. Namun menjelang 16 Juni 2020, ia optimis masuk salah satu pasangan yang bakal ikut bersaing memperebutkan BA 1 H.

Sesuai dengan PKPU Nomor 15 tahun 2019 , pendaftaran pasangan calon akan dilaksanakan pada 16-18 Juni 2020.  Waktu masih panjang, setiap balon masih bisa bergerak, mencari pasangan yang pas. Yang tidak kalah penting tentunya mencari kereta politik yang akan mengantarkan ke KPU untuk mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Solok.  Wewe 

Berita Terkait 

Facebook Comments

loading...