Koto Baru, SuhaNews – Lebih dari 200 santri dari sepuluh madrasah diniyah takmiliyah awaliyah (MDTA) mengikuti wisata religi keliling Danau Singkarak yang digelar oleh Lembaga Didikan Subuh (LDS) Kubung, Minggu (15/1).
Wisata religi ini dimulai denga star di masjid agung Darussalam Islamic Center Koto Baru menuju objek wisata Tan Kayo di Malalo kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Kemudian salat Zuhur di Masjid Raya Batu Taba. Di Objek Wisata Tikalak, para santri mengikuti berbagai lomba gembira yang digelar oleh Panitia.
Ketua LDS Kubung M. Tantawi didampingi Hadi Sulman mengatakan, taddabur alam dan wisata religi ini sudah menjadi program tahunan LDS Kubung yang diikuti oleh santri dari MDTA yang ada di nagari-nagari dalam kecamatan Kubung, yang mana selain mengikuti kegiatan belajhar dengan kurikulum MDTA dari Kementerian Agama, para santri juga mengikuti kegiatan Didikan Subuh setiap pekan dan sekali sebulan ada Didikan Subuh Gabungan.
“Taddabur alam dan wisata religi merupakan program tahunan LSD dalam meningkatkan motivasi santri belajar, kita gabungan konsep belajar dengan menysukuri ciptaan Tuhan yang memberikan alam yang indah yang dapat menyukan mata dan fikiran,” ujar Tantawi.
Disebutkannya, kegiatan ini sempat terhenti selama pandemi karena proses belajar mengajar di MDTA juga tidak efektif. Kini setelah pandemi berangsur hilang, kita bangkitkan lagi semangat santri untuk mendalami ilmu agama lewat materi dan kurikulum mDTA.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok H. Zulkifli yang dikonfirmasi terpisah, mengapresiasi bangkitnya LDS Kecamatan Kubung pasca pandemi ini. “Semoga motivasi dan semangat siswa bangkit lagiu setelah pandemi berangsur hilang, kepada para ustadz dan ustadzah diharapkan terus meotivasi para santri,” pesan kakan Kemenag.
Kakan Kemenag juga berharap LDS lain yang ada di Kabupaten Solok untuk bangkit menghidupkan lagi kegiatan didikan subuh dan kegiatan belajar mengajar di MDTA.
Kegiatan wisata religi diawal tahun 2023 ini diikuti oleh 200 santri dari 10 MDTA yang tersebar di beberapa nagari dalam kecamatan Kubung serta didampingi oleh 75 ustadz dan ustadzah. Fendi
Berita Terkait :



Facebook Comments