“Baruak Gadang” Sitinjau Ditangkap

Aksi "Baruak Gadang" menganggu pemotor yang terekam kamera youtuber. foto Memen Yuchai
Padang, SuhaNews. “Baruak Gadang” yang selama ini meresahkan pengguna jalan Solok – Padang terutama pengguna roda dua, berhasil masuk perangkap yang dipasang oleh BKSDA, Minggu (6/1) sore.

Perangai “Baruak Gadang” yang kerap menganggu pengguna motor dengan mengejar dan meloncati bahkan menarik kaki pemotor menjadi keluhan pengguna jalan di Sitinjau.

“Baruak Gadang” Sitinjau Lauik bergolek santai di tembok pengaman jalan Solok – Padang. foto Memen Yuchai.

Keberadaannya kerap dijumpai dikawasan Sitinjau Lauik hingga Ladang Padi atau sekitar Panorama dua. Namun tak jarang juga kawanan Beruk ini ditemui semenjak memasuki Aia Sirah, tepatnya disekitar jembatan pertama dari Solok yang banyak tumpukan sampah.

Aksi “Baruak Gadang” ini kerap kali terekam oleh para Youtuber yang mencari spot di kawasan Sitinjau ini. Baik sedang mencari makan, sekedar bermenang apalagi menganggu pengendara.

Bahkan seekor “Baruak Gadang” yang kerap menganggu dan sering terekam kamera Youtuber ini memeliki ciri khusus, bibirnya sumbing.

Setekah menganggu pengendara atau mendapat makanan, kawanan Beruk biasanya meloncat masuk ke hutan.

Selain Beruk dengan ciri khusus ini masih banyak Beruk lainnya yang berkeliaran disepanjag kawasan Sitinjau Lauik ini, bahkan beberapa waktu lalu ada satu ekor Beruk dengan kondisi terluka setelah jadi korban tabrak lari.

Memen (30) salah Youtuber yang pernah mengabadikan aksi “Baruak Gadang” ini mengungkapkan, mereka kerap menganggu pemotor, apalagi kalau pemotor itu juga usil. Namun kadang aksi Beruk ini juga menarik perhatian pengguna jalan.

Kepala Resort BKSDA Kota Padang, Budi Novela sebagaimana dilansir Langgam.id, mengatakan untuk proses penangkapan satwa dipancing dengan makanan yang diletakkan di dalam perangkap. Setidaknya, terdapat buah-buahan serta kacang.

“Baruak Gadang” dengan ciri khusus saat dalam perangkap. foto Memen Yuchai

“Memang satwa yang masuk perangkap sesuai target selama ini. Umpannya macam-macam, ada buah-buahan. Tapi kami juga kasih kacang, karena satwa ini juga sering meminta makanan ke masyarakat, sudah terbiasa dengan makanan manusia,” kata Budi, Senin (6/1/2020).

BACA JUGA  2 Mobil Terbakar di Sitinjau Lauik, 1 Truk Masuk Parit

Budi mengungkapkan, hingga saat ini satwa masih berada di BKSDA Sumbar. Pihaknya masih mempertimbangkan langkah selanjutnya usai beruk ini berhasil masuk perangkap.

“Rencana alternatifnya mungkin akan direhabilitasi ke Yayasan Kalaweit Indonesia yang berada di Solok. Kebetulan di sana tempat pusat rehabilitasi Owa,” ujarnya.

Budi mengatakan, untuk kondisi satwa sekarang mengalami luka di jari kedua tangannya. Ia belum bisa memastikan apakah luka disebabkan karena berontak di perangkap atau karena alami di habitat.

“Memang luka di kedua tangan persisnya di jarinya. Kami belum bisa pastikan, apakah luka alami atau berontak di perangkap. Kalau untuk satwa memang kami duga sudah dewasa dengan jenis jantan,” tuturnya.

“Baruak Gadang” yang tekah masuk perangkap BKSDA. foto Memen Yuchai

Sebelumnya, di akhir tahun 2019 lalu beruk ini telah beberapa kali berulah dengan melakukan penyerangan terhadap pengendara. Terakhir, terjadi pada Oktober 2019. Akibatnya, salah seorang pengendara yang melewati jalur lintas Padang-Solok itu terjatuh hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Setelah “Baruak Gadang” ini tertangkap diharap tak ada lagi yang menganggu pengguna, biarlah keberadaan mereka sebagai tontonan saja, seperti sebelumnya kelompok Kera juga banyak ditemui di kawasan ini.

naskah Moentjak  foto Memen Yuchai

Baca Juga  :

 

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaGerak Cepat, Pokjaluh Kota Bukittinggi Mulai Program Kerja
Artikel berikutnyaKecelakaan Truk Tangki BBM di Sitinjau, Jalan Solok-Padang Dialihkan