Bawang Merah dengan Sistem Tanam Biji, Keltan Serona Nagari Labuh Panen Perdana

bawang
foto berrsama usai panen perdana bawang merah
Batusangkar, SuhaNews – Kelompok Tani (Keltan) Serona Nagari Labuh, Kecamatan Lima Kaum, Tanah Datar lakukan panen perdana bawang merah, Selasa (20/10/2020).

“Produksif cukup tinggi dan harga jual relatif stabil, sehingga budidaya dan pengembangan bawang merah patut terus dikembangkan, karena dapat membantu peningkatan taraf perekonomian petani,” kata Kepala Dinas Pertanian Yulfiardi didampingi Kabid Holtikultura.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh penyuluh pertanian se-Kecamatan Lima Kaum dan anggota kelompok Tani yang ada di Nagari Labuh Kecamatan Lima Kaum,

“Hasil panen perdana bawang merah sistem tanam dari biji di Keltan Serona berjalan cukup baik karena ditunjang iklim yang cocok,” tambah Yulfiardi.

Produktivitas dan hasil panen cukup baik, tambah Yulfiardi, yakni 11 sampai 12 ton per hektar. Saat ini kita masih memakai bibit SS Sakato dari Lembah Gumanti Kabupaten Solok.

“Insya Allah pada 2021 varietas dari Tanah Datar yaitu Bawang Merah Sungai Jambu akan menjadi varietas nasional dan akan kita kembangkan di daerah kita,” katanya.

Sementara Kabid Holtikultura Dinas Pertanian Sri Mulyani menyampaikan, pelaksanaan panen perdana ini merupakan kegiatan pengembangan kawasan bawang merah kegiatan Satker 4 Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumbar.

“Di Keltan Serona yang dikomandoi Mario ini kita mengembangkan penyediaan benih dengan sistem biji berupa sistem demplot hasil kerjasama PT. Panah Merah dan PT. Petrokimia Gresik,” ujarnya.

Sri Mulyani menambahkan, sistem tanam biji menjadi solusi dari mahalnya benih bawang merah dari umbi. “Kebutuhan benih bawang dari umbi untuk 1 Ha mencapai 1.000 kg dengan harga di kisaran Rp.30 ribu sampai Rp.35 ribu per kilogram.

Dengan menggunakan biji, jelasnya, hanya mencapai 5 kg benih/biji untuk luas yang sama, namun memang butuh waktu panen lebih lama 30 hari karena harus lakukan proses penyemaian benih sampai benih siap dipindahkan ke lapangan.

“Keunggulannya lainnya dengan sistem ini lebih tahan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OTP) terutama di musim hujan,” tambah Sri Mulyani. (Dajim)

Baca juga:

 

 

Facebook Comments

loading...