Bukittinggi, SuhaNews – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) kembali melaksanakan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bukittinggi, Kamis (12/02/2026). Kegiatan kali ini mengangkat tema “Mengenal Potensi Diri” sebagai upaya membekali generasi muda dengan pemahaman jati diri sebelum menentukan arah masa depan.
Sebanyak 53 siswa kelas XII mengikuti kegiatan yang berlangsung interaktif dan penuh antusias. Para siswa didampingi guru Bimbingan Konseling Ahsanul Husna dan Ade Aulia Putri.

Kepala KUA MKS, Syarifuddin, menjelaskan bahwa BRUS merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka pembinaan remaja usia sekolah. Program ini bertujuan memberikan edukasi terkait dampak negatif pernikahan dini, pergaulan bebas, serta berbagai bentuk kenakalan remaja.
“BRUS hadir untuk memperkuat ketahanan diri remaja, membangun kematangan emosional, serta menumbuhkan kesadaran pentingnya melanjutkan pendidikan. Remaja harus memiliki bekal yang cukup agar mampu mengambil keputusan yang tepat dalam hidupnya,” jelas Syarifuddin.
Sementara itu, Narasumber Penghulu KUA Guguak Panjang, Hairul Mukminin, menekankan pentingnya mengenal diri sebagai fondasi pembentukan karakter. Menurutnya, berbagai persoalan remaja seperti bullying dan salah pergaulan seringkali berakar dari ketidakmampuan memahami potensi dan jati diri.
“Banyak remaja ingin menjadi orang lain karena belum menyadari betapa berharganya diri mereka. Mengenal diri adalah langkah awal untuk mengenal Allah dan memahami tujuan hidup. Ketika remaja sudah mengenal dirinya, ia akan tahu mana yang pantas dan tidak pantas dilakukan, termasuk dalam menjaga kehormatan diri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan BRUS akan dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan ke sekolah-sekolah sebagai bentuk komitmen pembinaan berkelanjutan. Materi yang disampaikan meliputi identifikasi potensi dan bakat, manajemen emosi, pemahaman konsep self-love sesuai tuntunan agama tanpa menjadi egois, serta penyusunan visi masa depan yang terarah.
Salah seorang peserta, Rahadatul Aisyah Ardi (XII.B2), mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan tersebut. “Ternyata memahami diri sendiri itu menyenangkan. Kita jadi lebih tenang dan tidak mudah ikut-ikutan orang lain,” tuturnya.
Kepala MAN 2 Kota Bukittinggi, Amri J., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan BRUS di madrasah yang dipimpinnya. Ia menilai materi pengenalan diri menjadi bagian penting yang melengkapi pembelajaran reguler di kelas.
“Kami sangat berterima kasih kepada KUA MKS atas kegiatan ini. Materi pengenalan diri seringkali menjadi missing link dalam pembelajaran formal. Dengan memahami diri sendiri, siswa diharapkan lebih bijak dalam mengambil keputusan dan tidak mudah terpengaruh dampak negatif digitalisasi. Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi remaja berkarakter yang memiliki pendirian kuat dan tidak mudah goyah oleh pengaruh lingkungan yang kurang sehat,” tegasnya.
Melalui program BRUS, KUA MKS berkomitmen terus bersinergi dengan madrasah dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang matang secara emosional, kuat secara spiritual, serta siap menatap masa depan dengan penuh keyakinan. (Syafrial)
Berita Terkait :
- Duta Payakumbuh dan 50 Kota Berjaya pada Lomba Voli Putri Milad 64 MAN 2 Bukittinggi
- Diresmikan Kakanwil, MAN 2 Bukittinggi Miliki Perpustakaan Digital
- Milad ke 64 PGAN MAN 2 Bukittinggi: Momentum “Rooted & Rising” Menuju Madrasah Maju dan Mendunia
- Dibuka Kakanwil, MAN 2 Bukittinggi gelar Milad PGAN ke 64 dan Algorism 3
- Haru, Upacara Bendera Terakhir Angkatan 34 MAN 2 Bukittinggi
- MAN 2 Kota Bukittinggi Borong Berbagai Penghargaan HAB 80



Facebook Comments