Bupati Dharmasraya Berharap Pembangunan Feeder Tol Dharmasraya-Rengat Dipercepat 

Dharmasraya, SuhaNews – Bupati Dharmasraya meminta kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimujiono untuk mempercepat pembangunan feeder tol Dharmasraya-Rengat. 

“Mewakili masyarakat Dharmasraya, Kami mohon agar rencana pembangunan feeder tol Dharmasraya-Rengat bisa dipercepat,” harap Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tunaku Kerajaan, Jumat, (06/01/23).

Baca juga: Pembangunan Tol, Wagub Audy: Pembebasan Lahan Selesai Juli 2022

Menteri PUPR datang ke Kabupaten Dharmasraya untuk meresmikan Masjid Agung Dharmasraya. Pemerintahan Dharmasraya yang baru berumur 19 tahun, jika tidak disupport pemerintah pusat, maka akan lambat memenuhi kebutuhan dasar warganya.

Nilai manfaat jalan tol tersebut, jelas Sutan Riska, sangat besar. Pada tahun pertama keberadaan tol ini sudah memberikan manfaat sebesar mencapai 1,7 quadrilliun, yang didapat dari saning nilai waktu, biaya operasional keberadaan (BOK) dan pendapatan tol.

“Kami bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Bapak Mochamad Basuki Hadimeljono yang telah menyetujui jalan tol usulan kami sebagai bagian dari rencana pembangunan jalan bebas hambatan dan dimasukkan dalam Rencana Umum Jalan Bebas Hambatan,” terang Bupati lagi.

“Feeder tol ini tidak hanya untuk Dharmasraya, tapi juga akan sangat berarti bagi 8 Kabupaten di sekitar Dharmasraya. Daerah sekitar yang kami maksud tersebut berada di persimpangan tiga provinsi. Yakni Sumatera Barat, Riau dan Jambi. Semua daerah tersebut, 80 persen sumber ekonominya berasal dari perkebunan dan pertanian,” tegas Bupati.

Aktivitas perkebunan dan pertanian ini, membutuhkan jalan yang layak agar distribusi hasil panennya bisa efisien dan menjangkau pasar lebih luas. Sehinga Dharmasraya dan daerah sekitarnya tidak tertinggal dan bisa berkompetisi dengan daerah lainnya.

“Kami juga memohon agar jalan lintas sumatera yang berada di Dharmasraya diperlebar dan kalau bisa tentunya rigit beton,” harap Bupati Sutan Riska.

BACA JUGA  Potongan Videonya Disalah Tafsirkan, Menag Nasaruddin Minta Maaf

Permintaan ini berdasarkan keadaan lapangan. Pertama, kondisi jalan saat ini belum kokoh. Jadi mudah rusak dan menyebabkan harus sering ditambal. Alasan kedua, Dharmasraya menjadi jalur penting dalam transportasi, baik distribusi hasil pertanian dan perkebunan ataupun transportasi penumpang antar provinsi.

Selain itu, Darmasraya adalah jalur utama truk pembawa hasil tambang dari Jambi menuju ke Pelabuhan Teluk Bayur di Padang ataupun pelabujan di pantai timur Riau.

Bupati juga berharap pembukaan jalur dari Dharmasraya menuju Kabupaten Solok Selatan hingga Pesisir Selatan bisa diwujudkan. Karena sudah rahasia umum, wilayah selatan Sumatera Barat jauh tertinggal secara infrastruktur dibanbandingkan wilayah bagian lainnya.

“Kami yakin, jika jalur ini dibuka maka pertumbuhan ekonomi akan bergerak cepat. Tidak hanya untuk tiga daerah ini, juga daerah sekitarnya,” jelas Bupati.

Menteri PUPR menyambut baik perkembangan yang terjadi di Kabupaten Dharmasraya. Bahkan, Menteri PUPR akan mencatat semua permintaan dan permohonan dari Bupati Dharmasraya yang juga menjabat sebagai Ketua Umum APKASI.

“Seluruh permintaan dan permohonan dari Bupati akan kita pelajari dengan sebaik mungkin,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimujiono.

Basuki Hadimujiono berharap agar dapat menjaga pembangunan yang sudah dibangun di sini. Karena yang lebih berat itu adalah merawat pembangunan yang sudah ada, dibandingkan dengan membangunnya. (Mat/Wewe)

Baca juga: Pembangunan Tol Payakumbuh – Pangkalan Terhambat , Gubernur: Utamakan Kepentingan Masyarakat

Facebook Comments

Google News