Bupati Khairunas Ikuti Vidcon Nasional Tentang DIPA dengan Presiden Jokowi

Bupati Khairunas Ikuti Vidcon Nasional Tentang DIPA dengan Presiden Jokowi
SuhaNews- Secara Virtual Bupati Khairunas ikuti acara penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan Buku daftar alokasi ke daerah dan dana desa secara simbolis oleh presiden Joko Widodo, Senin 29/11/2021.

Pada acara ini presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan APBN diharapkan dapat mendorong kebangkitan ekonomi nasional, dengan selalu fokus pada kebijakan utama diantaranya:

1. Peningkatan penangan Covid-19
2. Probabilitas perlindungan sosial
3. Meningkatkan sumber daya manusia unggul
4. Melanjutkan pembangun infrastruktur
5. Penguatan ekonomi dan pemerataan antar daerah.
6. Melanjutkan reformasi anggaran agar belanja lebih efisien.

Baca juga: Silaturahmi dengan Kapolda, Bupati Khairunas Bahas Rencana Vaksinasi Massal di Solok Selatan.

Dalam APBN Tahun 2021, pemerintah mengalokasikan belanja negara sebesar Rp2.750 triliun, tumbuh 0,4% dibanding alokasi belanja APBN 2020. Alokasi ini terdiri dari belanja K/L sebesar Rp1.032 triliun, untuk Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp795,5 triliun.

“Alokasi belanja tersebut untuk memulihkan ekonomi dan prioritas pembangunan di berbagai bidang. Kesehatan misalnya sebesar Rp169,7 triliun, pendidikan Rp550 triliun, infrastruktur Rp417,4 triliun, perlindungan sosial Rp408,8 triliun, ketahanan pangan Rp99 triliun, pembangunan TIK Rp26 triliun, dst,” jelas Presiden.

Baca juga: Bupati Khairunas: Jangan Pernah Bermain-Main dengan Uang Rakyat

Presiden juga menegaskan bahwa pandemi belum berakhir tapi Indonesia akan segera melangkah untuk pemulihan melalui vaksinasi yang diharapkan sudah datang di akhir November atau awal Desember 2020 meski tidak bisa langsung digunakan karena masih menunggu tahapan kaidah saintifik, data science untuk mendapatkan emergency use dari BP POM.

“Kita harapkan akhir 2020 atau awal Januari 2021 vaksinasi kita bisa lakukan. Kita telah melakukan simulasi, tapi ini juga tidak mudah karena mendistribusikan ke 34 provinsi, 514 kabupaten / kota memerlukan sarana dan prasarana yang tidak sedikit, karena vaksin memerlukan suhu tertentu (dingin) dengan cooling box, perlu kehatian-hatian,” jelasnya.

BACA JUGA  Kajari Solok dan Ketua Pengadilan Kota Baru Temu Ramah dengan Plh Bupati Solok

Meski tahun 2020 adalah tahun sulit yang tidak mudah dan tahun 2021 masih menghadapi ketidakpastian, namun kecepatan, ketepatan, akurasi harus tetap menjadi karakter dalam kebijakan-kebijakan pemerintah baik di bidang kesehatan maupun bidang ekonomi yang harus segera pulih kembali, Rel

Baca juga: Dinas Luar, Bupati Khairunas Sidak ASN Melalui HP

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaPesisir Selatan Menjadi Lokasi Puncak Peringatan Hari Bakti Transmigrasi Ke-71
Artikel berikutnyaMAN 2 Bukittinggi Raih Gelar pada Tournamen Catur Jam Gadang Cup