Bupati Padang Pariaman: Stunting Tidak Hanya Mengandalkan Dinas Kesehatan

Pariaman, SuhaNews | Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis hadiri kegiatan Diseminasi Surveilans Gizi dan Publikasi Data Stunting Tahun 2026 Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (3/11/2026) di Aula Bapelitbangda.

‎Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan koordinasi, menyamakan pemahaman, serta memperkuat keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan stunting secara terpadu dan berkelanjutan.

Baca juga: Payakumbuh Selatan Luncurkan Seribu Asa Bebas Stunting

‎Kegiatan diikuti 87 peserta yang berasal dari perwakilan instansi vertikal di Kabupaten Padang Pariaman, camat, perwakilan wali nagari, serta puskesmas.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Hendra Aswara, para asisten, kepala perangkat daerah, dan undangan lainnya.

Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa stunting merupakan salah satu tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya, tetapi juga masalah gizi kronis yang dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, kesehatan, produktivitas, hingga kualitas hidup anak di masa mendatang,” ujar John Kenedy Azis.

‎Penanganan stunting, jelas Bupati, tidak hanya mengandalkan Dinas Kesehatan maupun intervensi sektor kesehatan. Persoalan ini berkaitan erat dengan berbagai faktor, seperti pola asuh, ketahanan pangan keluarga, kondisi sosial ekonomi, pendidikan, ketersediaan air minum layak, sanitasi, lingkungan, serta akses terhadap pelayanan kesehatan.

‎”Penanganan stunting tidak dapat diselesaikan hanya oleh Dinas Kesehatan atau melalui intervensi sektor kesehatan saja. Diperlukan keterlibatan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan melalui pendekatan konvergensi, dengan memastikan setiap sasaran memperoleh intervensi yang tepat, berkualitas, dan berkelanjutan,” tegas John Kenedy Azis.

Bupati juga menekankan pentingnya memastikan ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar, pemberian tablet tambah darah, serta penanganan apabila mengalami kekurangan energi kronis maupun anemia. Begitu pula dengan bayi dan balita yang harus mendapatkan ASI eksklusif, imunisasi, pemantauan pertumbuhan, serta penanganan segera apabila ditemukan masalah gizi.

BACA JUGA  Piala Dunia Antarklub: PSG Cukur Atletico Madrid 4-0

‎Selain intervensi kesehatan, upaya penurunan stunting juga perlu didukung melalui penyediaan air minum dan sanitasi layak, edukasi pengasuhan, perlindungan sosial, peningkatan ketahanan pangan keluarga, serta pemberdayaan masyarakat.

‎Secara khusus, Bupati meminta seluruh camat dan wali nagari agar meningkatkan kepedulian dan melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi masyarakat di wilayah masing-masing, terutama keluarga yang memiliki ibu hamil dan balita berisiko stunting.

‎”Saya menekankan kepada seluruh camat dan wali nagari untuk turun langsung ke lapangan. Tinjau apakah masih ada warga yang mengalami stunting, kemudian lakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten agar dapat ditindaklanjuti melalui upaya penanganan yang tepat,” ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Engga Lift Irwanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman organisasi lintas sektor mengenai upaya percepatan penurunan stunting.

‎Melalui diseminasi tersebut, diharapkan terbangun kesepakatan bersama serta tersusun rencana tindak lanjut yang konkret dan terarah dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Padang Pariaman.

‎Dengan sinergi seluruh perangkat daerah, instansi terkait, pemerintah kecamatan, nagari, hingga fasilitas pelayanan kesehatan, upaya penurunan stunting diharapkan dapat berjalan lebih optimal, terukur, dan tepat sasaran demi mewujudkan generasi Padang Pariaman yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Baca juga: Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Solok Gelar Rakor

Facebook Comments

Google News