Bupati Solok Kukuhkan Skill Development Centre dan Workplace

bupati
Sambutan Bupati Solok dalam pengukuhan SDC
Arosuka, SuhaNews – Bupati Solok mengukuhkan Skill Development Centre (SDC) dan Workplace Kabupaten Sololk, Senin (18/10) di Ruangan Solok Nan Indah, Arosuka.

Pengukuhan dan sosialisasi SDC ini dihadiri oleh Bupati Solok H. Gusmal, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat Diwakili Oleh Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Wilson, Asisten II Medison, Kadis DPMPTSP Kennedy Hamzah, Kepala BLK Padang.

Selanjutnya, Ketua Kadin Kab. Solok, Ketua Baznas Kab. Solok, Rektor UMMY Solok, Kepala Cabang Wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Kepala SMK Se- Kabupaten Solok, Para Pimpinan Perusahaan,Ketua Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILSI) Kab. Solok dan Pimpinan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

“Pusat pengembangan keahlian/Skill Development Center/ SDC dan Workplaces merupakan forum kerjasama, koordinasi, harmonisasi dan sinergi antar pemangku kepentingan di bidang pengembangan kompetensi, profesionalisme dan produkfitas SDM di daerah, yang terdiri dari lembaga pendidikan dan pelatihan dunia usaha dan industrii dan pemerintah daerah,” kata Kadis DPMPTSP Kennedy Hamzah.

Tujuan kegiatan inii, jelas Kennedy, untuk melakukan sinkronisasi dan sinergi pelaksanaan kegiatan SDC Kabupaten Solok dengan forum SDC dengan tempat kerja (workplace) yang sudah ditetapkan. Kemudian memberikan pemahaman tentang peran dan tugas forum SDC.

bupatiPengukuhan dan sosialisasi ini diikuti oleh forum SDC dan workplace terdiri atas Kadin, Kepala SKPD terkait, Kepala SMK, Pimpinan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta, Perguruan Tinggi, serta Dunia Usaha.

Sementara Bupati Solok H. Gusmal saat mengukuhkan Forum SDC dan WorkPlace mengatakan  bahwa masalah pengangguran merupakan masalah kompleks dan rumit yang dihadapi oleh hampir setiap daerah di Indonesia.

“Masalah pengangguran disebut bersifat “Cross Cutting Isues” atau masalah lintas sektor,” kata Gusmal.

Permasalahan pengangguran, tambah Gusmal, harus diatasi secara sinergi antar sektor, yakni antara Pemerintah Pusat dan Daerah, serta pemangku kepentingan terkait.

“Badan Pusat Statistik Kabupaten Solok tahun 2019 mencatat jika jumlah pengangguran di Kabupaten Solok sebesar 4,65 persen atau sekitar 11 ribu orang,” jelas Bupati Gusmal.

Angka ini, jelasnya, meningkat tajam di tahun 2020 akibat pandemi covid-19. Karena itu, penanganan masalah ini tidak mungkin diselesaikan oleh hanya satu Perangkat Daerah saja, perlu diciptakan korelasi yang kokoh antar pemangku kepentingan terkait di semua lini.

“Skill Development Center (SDC) hadir sebagai salah satu solusi meningkatkan kompetensi SDM dan menekan angka pengangguran,” tambah Gusmal

Hadirnya forum ini, papar Gusmal, perlu diapresiasi karena tujuannya sangat baik. Tidak hanya menciptakan sinergi dunia usaha, juga menciptakan SDM berkualitas dan siap kerja, khususnya lulusan SMK.

“SDC diharapkan dapat memadukan dan menyinergikan program/layanan pendidikan dan pelatihan bersama ketiga unsur di atas yaitu Lembaga Pendidikan dan pelatihan, Dunia Usaha dan Industri/DUDI dan Pemerintah Daerah,” tambah Gusmal.

SDC dapat menjadi rujukan bagi BLK/LPK dalam mendapatkan informasi yang akurat tentang kebutuhan pelatihan di daerah, mengakses kesempatan “on Job Training” mengembangkan kerjasama/kemitraan dalam penyediaan instruktur serta penyerapan lulusan pada Dunia Usaha dan Industri.

“Forum ini akan mengidentifikasi kebutuhan industri, mengembangkan program pelatihan dan pemagangan, serta memfasilitasi sertifikasi dan penempatan tenaga kerja,” tukuk Bupati. Wewe

Baca juga:

Facebook Comments

loading...