Di Pesantren Nurul Ikhlas, Sandiaga Kenalkan Santri Digital Preneur

Di Pesantren Nurul Ikhlas, Sandiaga Kenalkan Santri Digital Preneur
SuhaNews – Dalam lawatan ke kabupaten Tanah datar, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno juga berkunjung ke pondok pesantren modern Nurul Ikhlas dan memperkenalkan Santri Digital Preneur.

Santri Digital Preneur Indonesia merupakan kegiatan yang diadakan oleh Kemenparekraf sebagai wadah pelatihan dan peningkatan kapasitas santri dan generasi milenial dalam menghadapi tantangan industri digital kreatif. Tujuannya antara lain untuk menciptakan santri yang berkarakter dan berintegritas tinggi dalam menghasilkan karya, memberdayakan santri unggulan hingga mampu bersaing di industri kreatif dan digital, menjadikan santri modern yang tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah.

Menparekraf menyampaikan rasa bahagia bisa berinteraksi langsung dengan para santriwan dan santriwati selama kunjungannya di Pesantren Modern Nurul Ikhlas. “Saya berbahagia berinteraksi dengan para santri. Hari ini kita dengar masukan langsung dari ISMI bagaimana optimisnya membuka usaha dan meminta tips,” ujar Sandiaga di Pesantren Modern Nurul Ikhlas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (5/7).

Sandiaga mengaku takjub saat bertemu seorang santri yang bernama Fikri, yang tertarik berinvestasi dan ada pengalaman buruk sebelumnya dalam investasi namun tidak mematahkan semangatnya. “Untuk mendapatkan ide-ide yang baik saya sarankan bisa mengikuti Super Mentor,” ujarnya.

Menparekraf berharap, dengan adanya Santri Digital Preneur Indonesia akan membuka suatu platform perjuangan ekonomi Islam baru dimana santri-santri akan menjadi lokomotif penciptaan lapangan kerja dan usaha-usaha di bidang digital melalui konten-konten yang baik, dan ekonomi kreatif secara menyeluruh.

Pada kesempatan itu, Menparekraf juga menyoroti berbagai potensi ekonomi kreatif yang luar biasa. Pertama, sektor kuliner misalnya memiliki potensi 41%, “Selama manusia memiliki perut kita pasti akan butuh makanan. Kuliner di Sumbar luar biasa,” ujarnya.

BACA JUGA  Dewan Pendidikan Kota Padang Panjang Gelar PBL

Sektor kedua adalah fashion (27%), dan berikutnya adalah kriya (17%). Namun tiga sektor ini ternyata mulai terkejar oleh sektor lainnya, mulai dari permainan. Sandiaga menyebut gaming, animasi, musik dan film bertumbuh secara fantastis. ‘Ini harus kita digitalisasi karena ini merupakan keniscayaan,” ujar Menparekraf seraya menambahkan mayoritas orang Indonesia sudah terkoneksi dengan digitalisasi.

Tak lupa, Sandiaga mengingatkan agar santriwan/santriwati tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah. “Kita ingin generasi muda menjunjung tinggi iman dan taqwa,” ujarnya.

Menparekraf menekankan pentingnya hadir di digitalisasi, karena telah ada di setiap aspek kehidupan kita. ‘Kenapa Santri Digital Preneur Indonesia hadir? Karena ada lebih dari 4,5 juta santri dari 28 pesantren diseluruh Indonesia. Ini akan tetap menjadi pilar pendidikan yang akan menjadi bagian dari indonesia, Saya mengusung Santri Digitalpreneur karena saya melihat masa depan itu ada di para santriwan dan santriwati,” tandasnya.

Sandiaga menyampaikan, kita akan hadapi krisis pangan, serta harga bahan pokok naik. Untuk itu perlu diberikan upaya bagaimana para petani diberikan solusi. “Santri Digital Preneur Indonesia akan berikan solusi dan menjadi bagian dari kemajuan Indonesia yang adil makmur, mampu menciptakan lapangan kerja. Santri di sini diharapkan mampu menjawab banyak persoalan,” tegasnya.

Mengikapi hal tersebut Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian menyampaikan apresiasi atas kegiatan Santri Digital Preneur Indonesia yang diinisiasi Kemenparekraf. “Alhamdulilah banyak hal-hal bermanfaat yang bisa dibawa dan diterima oleh santri -santri kita. Mudah-mudahan hal ini akan mengembalikan lagi proses pergerakan kemajuan ekonomi umat kembali di masjid dan surau-surau di Sumatera Barat khususnya Tanah Datar,” ujarnya.

“Atas nama pemerintah Tanah Datar kami ucapkan terima kasih. kepada Pak Menteri. Mudah-mudahan ini akan menjadi titik awal bahwa majunya ekonomi kita dari para santriwan dan santriwati,” imbuh Wabup Richi Aprian.

BACA JUGA  Wabup Tanah Datar Bangga, STES Manna Wa Salwa gelar Wisuda Angkatan 1

Wabup juga mengajak santri dan generasi muda untuk memanfaatkan potensi digitalisasi untuk meningkatkan perekonomian, dengan kreatif memanfaatkan peluang usaha dan kedepannya dapat untuk menciptakan lapangan kerja.

Sementara itu pimpinan pondok pesantren Modern Nurul Ikhlas menyambut baik kunjungan bapak menteri dan memberi motivasi kepada santri.

Saat ini Pesantren Modern Nurul Ikhlas telah aktif membuat konten dakwah-digital dalam channel Youtube resminya yaitu Nurul Ikhlas Official, juga channel-channel lain binaan setiap tingkatan sekolah, mulai dari SMP, SMA, SMK hingga Perguruan Tinggi, sampainya. Rel

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakSyeikh dari Palestina Imam Salat Idul Adha di Balaikota Padang
Artikulli tjetërDinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang Turunkan Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban