Menyebut Ngalau Indah tentu langsung terbayang Kota Payakumbuh. Benar inilah objek wisata berupa goa yang sudah dikenal sejak zaman Belanda. Untuk memelihara keasrian dan keaslian ngalau ini, bagian Goa memang tidak dipreteli, tetap terkesan alami.
Namun Ngalau Indah bukan sebatas goa, bukan hanya stalaktit dan stalagnit, kawasan wisata itu selalu berhias dan bersolek sepanjang hari. Ada gazebo atau taman bermain, ada titik untuk berselfie ria.
Bukan itu saja, gambaran sebagai Kota Adipura juga tersaji di kawasan wisata ini. Kebersihan di kawasan ini terjaga dengan baik. Sebagai kawasan yang sedang berhias, kiranya toilet perlu menjadi perhatian.
Toilet terlihat bersih, tetapi ketersediaan air kurang mencukupi. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga kiranya perlu memprioritaskan ini, karena ini termasuk vital untuk sebuah kawasan wisata, yang saban hari dikunjungi wisatawan.
Keindahan objek wisata ini, bukan hanya di kawasan puncak atau sekitar lokasi Goa, menjelang sampai di puncak, sepanjang jalan ada beberapa tempat istirahat yang menarik, yang menyajikan pemandangan indah, melihat perkampungan dan perumahan penduduk.
Lokasi kawasan wisata Ngalau Indah sangat mudah dijangkau. Gerbang masuknya persis di pinggir jalan Bukittiggi-Payakumbuh. Dari gerbang ini, hanya sekita 1.200 meter sudah sampai di kawasan wisata utama, Goa Ngalau Indah.
Di sekitar kawasan ini tesedia beberapa lokasi untuk bersantai bersama keluarga maupun bersama pasangan Anda. Di bagian kiri Goa ada jenjang yang bisa ditelusuri untuk menikmati sejuknya alam sekitar Goa. Sementara menjelang masuk Goa ada pula jenjang yang dihiasi dengan akar yang menggantung di mulut Goa. Lokasi ini menjadi tenpat favorit untuk berswa foto.
Sama dengan objek wisata lainnya yang dikelola pemerintah, untuk masuk ke kawasan wisata ini, tidaklah mahal. Pada hari biasa Rp7.000/orang, sementara pada hari-hari libur dan musim liburan, retribusi dipungut Rp10.000/orang.
Retribusi ini belum termasuk uang parkir kendaraan. Kendaraan roda empat atau kendaraan pribadi dikenakan Rp5.000 sekali parkir. Berbeda dengan retribusi masuk, retribusi parkir tidak ada tanda bukti atau karcisnya.
Uang parkir ini tentu tidaklah mahal untuk kendaraan bermotor roda empat ataupun roda dua. Apalagi petugas di pintu masuk maupun di lokasi parkir melayani dengan sepenuh hati dan keramahan, sebagaimana laiknya masyarakat wisata.
Anda pun tidak perlu ragu dengan memesan mie instan, kopi hangat, teh, dan minuman lainnya, harganya standar. Sama dengan warung kampung lainnya. Kopi hitam cukup dengan uang Rp2.500 saja.
Jika Anda berkunjung ke Payakumbuh dan Limapuluh Kota, ada baiknya mampir di Ngalau Indah sebelum meneruskan perjalanan ke Kampung Eropa di Lembah Harau dan kawasan wisata lainnya.
Selamat berhari Minggu, mari menikmati Ngalau Indah di akhir pekan ini! Wewe
Baca Juga:
Facebook Comments