Gubernur Sumbar : “Jadikan Nagari Tertinggal Menjadi Nagari Maju Dan Mandiri”

gubernur
Padang -SuhaNews, – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno membuka acara rapat koordinasi klasifikasi desa berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2020 yang dilaksanakan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masayarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat Syafrizal. di Aula Kantor Gunenur, (28/7/2020).

Acara tersebut dihadiri oleh para Bupati Kabupaten Nagari/Desa Tertinggal, Kepala Bappeda Provinsi Sumbar, kepala PMD Provinsi Sumbar, kepala Bappeda dan kepala Dinas PMD Kabupaten, Wali Nagari, serta koordinator provinsi wilayah II Sumbar.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan dengan adanya rapat koordinasi klasifikasi desa membangun kita berharap agar nagari tertinggal dan sangat tertinggal di Sumatera Barat dapat dientaskan menjadi Nagari maju dan mandiri.

Ketinggalan atau under developmen baik daerah maupun masyarakat merupakan kenyataan sekaligus problematika pembangunan di Indonesia. Ketinggalan tersebut merujuk pada tiga aspek yaitu alamiah, cultural/budaya dan struktural.

“Untuk aspek alamiah dapat disebabkan oleh kelangkaan Sumber Daya Alam (SDA) dan posisi geografis yang tidak menguntungkan, Sumbar Daya Manusia (SDM) tidak mendukung perkembangan karena rendahnya kualitas, aspek kultural akibat aspek kultur,” Ucap Irwan.

Selanjutnya Gubernur Sumbar Irwan Mengatakan dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan Desa dan kawasan Pedesaan berkelanjutan sesuai dengan Peraturan Menteri Desa (PDT), dan transmigrasi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Pembangunan Desa (IDM), bahwa IDM disusun untuk mendukung upaya pemerintah dalam menangani pengentasan desa yang sangat tertinggal serta meningkatkan desa mandiri.

Dari data IDM ini bertujuan untuk memantapkan status dan kemandirian desa, kemudian menyedikan data dan informasi dasar bagi pembangunan desa, data ini kita pakai agar perencanaan pembangunan ditingkat Kabupaten/Kota.

“Kita yakin dan percaya bahwa pelaksanaan pembangunan di Desa/Nagari akan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” Kata Irwan.

Dapat diketahui semua peran dari Nagari/Desa terhadap masyarakat, bahkan disebut sebagai ujung tombak, sebagai garda terdepan memberikan pelayanan kepada masyarakat ada di Nagari ataupun Desa.

“Sementara pemerintah provinsi dan kabupaten kota jauh dari Nagari. Seharusnya Walinagari dan Kepala Desa bisa menyatu dengan masyarakat serta berbaur dengan masyarakat setempat. Bangun komunikasi terus, jangan tinggalkan mereka, karena masyarakat yang memilihnya,” ujarnya.

Hal demikian sudah kita ketahui semuanya Nagari atau Desa punya peran melaksanakan pemerintahan umum yang terdepan untuk mengurus masyarakat.

Untuk itu kamipun mengucapkan terimaksih banyak para walinagari/Desa yang bekerja pagi siang yang aktif 24 jam. Nagari adalah ujung tombak dalam rangka melaksanakan pemerintahan diantaranya pelayanan masyarakat.

Selanjutnya Gubernur menyebutkan Nagari sebagai indikator, tanda untuk menentukan sebuah provinsi mandiri atau maju, berkembang tertinggal dan sangat tertinggal.

Nagari menentukan kabupaten kota IDM nya, kalau nagarinya mandiri kota kabupatennya pasti mandiri, kemudian kumpulan dari nagari tertinggal maka kabupatenyapun tertinggal jadi itulah peran yang luar biasa untuk mengangkat status dengan memenuhi Indikator-indikator yang ada. Agar dari sangat tertinggal menjadi tertinggal, dari tertinggal menjadi berkembang lalu berkembang menjadi maju dan berikutnya menuju kemandirian,” ungkap Irwan. (Rel | Lim )

Baca juga:

 

Facebook Comments

loading...