Kabupaten Solok Gelar Rembuk Stunting Bersama Tenaga Ahli Nasional

rembuk
Arosuka, SuhaNews – Kabupaten Solok gelar rembuk stunting aksi konvergensi pencegahan dan penanggulangan stunting, Kamis, di Gedung Solok Nan Indah, Arosuka.

Rembuk stunting ini dibuka  oleh Bupati Solok diwakili Asisten Eksbangkesra Medison, S,Sos, M,Si, yang dihadiri oleh Tenaga Ahli Stunting Nasional Dr.Denas Symond, Kadis Kesehatan Provinsi Sumbar, Ketua TP-PKK, Kepala Barenlitbang Erizal, SE, MM., Kadis Kesehatan dr. Maryetti Marwezi, Camat se-Kabupaten Solok, Wali Nagari, perwakilan Lokus Stunting, dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Solok.

Baca juga: Cegah Stunting, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan Urun Rembuk dengan Muspika Sutera

Kepala Barenlitbang Erizal dalam laporannya mengatakan bahwa Kabupaten Solok ditetapkan sebagai Kabupaten prioritas stunting sejak tahun 2019. Penetapan ini tertuang dalam peraturan menteri perencanaan pembangunan Nasional Nomor 15 tahun 2018.dan diperbaharui dengan Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Pembangunan Nasional No. KEP 42/M.PPN/HK/04/202 tentang penetapan perluasan kab/kota lokasi fokus intervensi penurunan stunting teritegrasi tahun 2021.

“Rembuk stunting ini diikuti oleh 16 SKPD, TP-PKK, Camat beserta 1 Wali Nagari perwakilan kecamatan,Wali Nagari Lokus Stunting 2021,Kepala Puskesmas,dan Organisasi Profesi Akademi,” ujar Erizal.

Kegiatan yang menghadirkan Narasumber yakni Dr. Denas Symond,MCN yang merupakan Tenaga Ahli Stunting Nasional ini bertujuan untuk memastikan terjadinya konvergersi program kegiatan dan pembiayaan dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Solok.

Sebagai lokasi fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi, jelas Erizal, Kabupaten Solok berkewajiban melaksanakan 8 aksi konvenrgensi yaituAnalisis Situasi Stunting, Penyusunan rencana kegiatan, pelaksanaan rembuk stunting,  penyusunan perbup tentang peran Desa, pembinaan KPM, manajemen Data Terpadu, oengukuran dan Publikasi Data Stunting, dan Reviu kinerja Tahunan.

Sementara Bupati Solok diwakili Asisten 2 Medison mengatakan bahwa atas nama pemerintahan daerah, ia mengapresiasi Barenlitbang dan Dinas Kesehatan yang telah menfasilitasi acara ini.

BACA JUGA  Cegah Stunting, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan Urun Rembuk dengan Muspika Sutera

“Sampai saat ini program stunting masih menjadi prioritas nasional dan Kabupaten Solok menjadi salah satu Kabupaten Prioritas dari 360 Kabupaten /Kota di Indonesia,” jelas Medison.

Batasan prevalansi stunting suatu wilayah menurut wilayah WHO, jelas Medison, sebesar 20%. Kabupaten Solok sudah berada di bawah batasan WHO (18%). Akan tetapi belum mencapai target nasional penurunan stunting  sebesar 14%.

“Rembuk stunting dengan Tema “Cegah Stunting, Cerdaskan Anak Nagari” diharapkan bisa mengurangi angka srunting tersebut.

“Program stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan saja tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” jelas Medison.

Stunting tidak hanya mempengaruhi tumbuh kembang anak tetapi juga berpengaruh kepada tingkat kecerdasan anak. Pemda berkewajiban memenuhi kecukupan gizi masyarakat terutama gizi kelompok rentan (Ibu Hamil, bayi dan Balita).

“Seluruh perangkat SKPD bersama Stakeholder lainnya diharapkan berinovasi agar pemenuhan gizi masyarakat bisa terpenuhi,” harap Medison.  (Wewe)

Baca juga: Wakil Bupati Agam: Kader PKK Bertanggung Jawab Dalam Penanganan Stunting

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaGubernur Upayakan Perbaikan Jalan Terban Melalui Anggaran BSW
Artikel berikutnyaWagub Audy Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Padang