Dibuka Kakan Kemenag, MAN 2 Solok gelar Worksh Kurikulum Berbasis Cinta

Singkarak, SuhaNews | Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok H. Dedi Wandra membuka Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta Artificial Intelligence (AI) yang digelar MAN 2 Solok, Kamis (18/6).

Pada pembukaan workshop ini, Kakan Kemenag didampingi oleh Kasi Pendidikan Madrasah Lizi Virma Surianti, Kepala MAN 2 Solok, Nasrul Hamsyah, S.Ag., Kepala Urusan Tata Usaha MAN 2 Solok, Amri, S.Pd.I., M.Pd., serta pengurus Komite MAN 2 Solok.

Kepala MAN 2 Solok Nasrul Hamsyah melaporkan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta mempersiapkan guru menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Melalui workshop ini, para guru dibekali pemahaman tentang implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, konsep pembelajaran mendalam (deep learning), serta keterampilan menyusun bahan ajar yang inovatif dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence

Workshop diikuti oleh seluruh majelis guru MAN 2 Solok. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi, praktik penyusunan perangkat dan bahan ajar, diskusi kelompok, serta pendampingan dalam mengintegrasikan pendekatan pembelajaran mendalam dan pemanfaatan AI ke dalam proses pembelajaran di kelas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru MAN 2 Solok semakin siap menghadirkan pembelajaran yang bermakna, berpusat pada peserta didik, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah.

Dalam sambutannya, Dr. H. Dedi Wandra menyampaikan bahwa guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pendidikan. Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu pendekatan yang menempatkan peserta didik sebagai subjek utama pembelajaran dengan mengedepankan kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap potensi setiap individu. work 

“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu membangun karakter, menumbuhkan kepedulian, dan menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan. Di sisi lain, guru juga perlu menguasai teknologi, termasuk Artificial Intelligence, sebagai alat untuk mendukung efektivitas pembelajaran,” ujarnya.

BACA JUGA  Wajibkan Rapid Antigen, 7 Pos Pengecekan Disiapkan Sebelum Bakauheni

Tak lupa dalam kesempatan ini Kakan Kemenag mengajak tenaga pendidik dan kependidikan MAN 2 Solok untuk mewujudkan Asta Protas Kemenag berdampak, diantaranya meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan, yang salah satunya melalui kurikulum berbasis cinta. Kemudian penguatan ekoteologi serta mewujudkan pendidikan unggul, ramah dan terintegrasi.

“Pemanfataan teknologi AI dalam pembelajaran adalah bentuk digitalisasi tata kelola yang menjadi point terakhir dari Asta Protas Kemenag Berdampak,” pungkas H. Dedi Wandra.

Usai dibuka oleh Kakan Kemenag, acara yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan MAN 2 Solok ini akan berlangsung selama 3 hari mulai hari ini sampai 20 Juni 2026 mendatang. Nel | Fendi

Berita terkait :

Facebook Comments

Google News