Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Shalat Id di Lapangan Gumarang Ditiadakan

shalat
Tanah Datar, SuhaNews – Pemerintah Daerah Tanah Datar memutuskkan untuk tidak menggelar Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah di lapangan Gumarang pada Idul Fitri 1442 H ini.
Keputusan ini diambil melihat penyebaran Covid-19 yang terus meningkat. Skor zonasi yang dikeluarkan Pemprov Sumbar menyatakan bahwa Tanah Datar berada pada skor 1,85 atau status orange (resiko sedang).
Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan keputusan ini dalam rapat lanjutan terhadap langkah penyambutan hari lebaran 1442 H pada Minggu (9/5/2021) di Indo Jolito Batusangkar.
Rapat ini dihadiri Wabup Richi Aprian, Plh. Sekda Edi Susanto, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala OPD terkait, Ketua MUI Tanah Datar, Camat Lima Kaum, Rambatan, Lintau Buo dan Sungayang serta Wali Nagari Limo Kaum dan Baringin,
“Tempat wisata juga  ditutup pada 12-16 Mei 2021. Sedangkan untuk shalat Idul Fitri di lapangan Gumarang yang difasilitasi Pemerintah Daerah ditiadakan, termasuk gelaran open house di rumah dinas Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan pejabat lainnya,” ujar Eka Putra.
Hal itu dilakukan, tambah Bupati Eka Putra, menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Sumbar dan memperhatikan perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Datar.
shalat“Pelaksanaan shalat Idul Fitri di nagari-nagari, Pemkab akan menerbitkan surat edaran ataupun imbauan agar pelaksanaan Shalat Idul Fitri dilaksanakan dengan Protokol Kesehatan yang ketat,” jelas Bupati Eka Putra.
Pelaksanaan shalat Idul Fitri, imbau Eka Putra, patuhi protokol kesehatan, mulai dari 3 M, berwudhuk di rumah masing-masing, bawa sajadah dari rumah, selepas shalat langsung pulang dan tidak berjabatan tangan.
Di samping itu, khotbah Id maksimal 20 menit, khatib diminta membacakan doa terlepas dari bala,  panitia menyiapkan thermogun, tempat cuci tangan, masker cadangan untuk masyarakat yang tak memakai masker.
“Tingginya kasus ini membuktikan keseriusan Pemkab untuk terus mendata dan memeriksa masyarakat yang terindikasi terpapar Covid-19,” tambah Eka Putra.
Masyarakat, jelas Eka Putra, teruslah disiplin dalam penerapan Prokes sehingga Covid-19 hilang di kampung halaman yang kita cintai ini.
“Langkah yang dilakukan Pemerintah Daerah semata-mata untuk kemaslahatan dan kebaikan semua masyarakat Tanah Datar,” tambah Wabup Richi Aprian.
Langkah ini diambil, jelas Richi Aprian, bukan untuk membatasi atau menghambat masyarakat untuk beribadah, tetapi sebagai langkah antisipasi agar tidak ada kluster baru penyebaran Covid-19.  (Dajim)

Facebook Comments

BACA JUGA  BPBD Menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana
loading...