Kementerian KP Dukung Kota Pariaman Bangun Hutan Kota Berbasis Mangrove

kementerian
Pariaman, SuhaNews – Dalam upaya menjaga kelestarian flora dan fauna, Kementerian Kelautan dan Perikanan mendukung Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, dalam membangun hutan kota berbasis mangrove.

“Saya pernah mengusulkan pembuatan hutan kota berbasis mangrove ke Kementerian Kelautan dan Perikanan,” kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar, Kamis (04/06/2021).

Usulan tersebut ditagih oleh direktur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) ketika berkunjung ke Pariaman Rabu (2/6).

Baca juga: Wawako Pariaman dan Wadan Lantamal II Padang Tanam Mangrove

Karena itu, pihaknya akan memperbesar luas hutan mangrove di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara. Hal ini merupakan permintaan dari Menteri KP karena  luasnya baru sekitar 16,5 hektare.

“Menteri berpesan menambah 10 hektare lagi. Akan kami tambah di kawasan sekitarnya, dan nanti kami diskusikan dengan masyarakat,” katanya.

Ia berharap dengan adanya penambahan luas hutan mangrove tersebut maka dapat memperkuat kawasan tanaman itu menjadi hutan kota serta berdampak positif kepada daerah.

Nantinya di dalam hutan kota tersebut terdapat flora dan fauna yang bermanfaat untuk kelestarian lingkungan, sebagai mitigasi bencana serta peningkatan ekonomi warga salah satunya melalui pariwisata.

Saat ini pemanfaatan hutan mangrove di daerah itu digunakan untuk pariwisata dan edukasi yang hal itu didukung oleh dua trek.

Selain itu juga digunakan untuk bahan baku minuman dan aneka makanan khas setempat yaitu sirup dan galamai.

Ia menambahkan, untuk pengawasan, pengelolaan hutan mangrove, dan penjualan produk hasil pengolahan tanaman tersebut pihaknya mempercayakannya kepada BUMDes setempat.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono meresmikan trek edukasi mangrove yang baru di Kota Pariaman, Sumatra Barat yaitu Apar Pariaman Mangrove Park yang terletak di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara.

BACA JUGA  Walikota Pariaman Menerima Penghargaan dari BPKP Bidang Investigasi RI

“Saya meminta mangrove ini diperlebar wilayahnya supaya mampu meningkatkan ekonomi (masyarakat),” kata Sakti Wahyu Trenggono. (*/We)

Baca juga: Ibu-Ibu Nagari Sungai Pinang, Pesisir Selatan Ciptakan Batik Mangrove

Facebook Comments

loading...