Kisah Meneti, Calon Jamaah Haji Kab. Solok Kehilangan Dokumen Saat Rumahnya Terbakar

Koto Baru, SuhaNews –  Meneti (68) wanita warga Balai Gadang nagari Cupak kecamatan Gunung Talang kabupaten Solok, matanya sabak saat bertamu ke ruang Siskohat Kantor Kemenag Kabupaten Solok, Kamis (16/2). calon jamaah

Ditemani putrinya, Meneti bercerita bahwa namanya masuk dalam daftar calon jamaah haji lunas tertunda keberangkatan, namun dokumen terutama paspor hangus terbakar bersama barang lainnya saat rumah kediamannya dilalap api pada 3 Januari 2023 malam yang lalu.

“Amak sangat berharap bisa berangkat tahun ini, namun paspor dan berkas lainnya terbakar, saat rumah kami ludes dimamah api awal Januari lalu,” ujar Meneti tak bisa menahan tangisnya.

Berita Terkait : Kebakaran di Balai Pandan Nagari Cupak Hanguskan 5 Rumah Gadang

Kepada petugas Siskohat Kantor Kemenag Kabupaten Solok Meneti menceritakan, selain dokumen dan berkas pendaftaran serta pelunasan haji tahun 2020 lalu yang terbakar, banyak barang dan surat berharga yang juga ikut terbakar. Namun demikian ia tetap antusias untuk berangkat ke tanah suci tahun ini.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kabupaten Solok meminta petugas Siskohat untuk mencarikan arsip data Meneti untuk kemudian diproses seperti jamaah lainnya.

“Insya Allah beliau bisa berangkat seperti jamaah lainnya, namun terkait paspor yang terbakar nanti kita koordinasikan dulu dengan Imigrasi, untuk dokumen lainnya yang arsipnya ada di Kantor Kemenag bisa diberikan salinan sesuai keperlua administrasi pendataan jamaah tahun ini,” sebut Angga, petugas Siskohat Kantor Kemenag Kabupaten Solok.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok H. Zulkifli yang ditemui di ruang kerjanya menyebut  tentang persiapan keberangkatan calon jamaah haji asal kabupaten Solok tahun ini, mengatakan ada 88 jamaah yang masuk daftar lunas tertunda berangkat.

BACA JUGA  Jemaah Haji Kab. Solok Tahun 2024 Kloter 15 dan 17 Silaturahmi dengan Bupati Solok

“Diluar lunas tunda ini masih dalam pendataan, karena seluruh jamaah yang sudah terdaftar dan memiliki nomor porsi diatur oleh sistim. Yang jelas yang berangkat ini sesuai nomor urut porsi yang bergerak setelah jamaah yang berangkat tahun kemarin,” ujar H. Zulkifli.

Untuk besaran biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahun ini, menunggu terbitnya Keputusan Presiden yang kemudian akan terbit daftar jamaah yang diminta untuk melakukan pelunasan sesuai jadwal, baru kemudian pembagian kloter di embarkasi.

“Dengan adanya penambahan kuota dan tidak ada pembatasan usia, antusias calon jamaah dan masyarakat yang telah memiliki nomor porsi untuk berangkat cukup tinggi, semenjak adanya kesepakatan antara pemerintah dan DPR tentang besarnya BPIH tahun ini, para jamaah sudah banyak yang datang untuk meminta informasi,” jelas Zulkifli.

Kepada jamaah yang estimasi keberangkatan 2021 dan seterusnya, kakan Kemenag menyampaikan dimohon untuk bersabar menunggu dan tidak terpengaruh oleh berbagai informasi yang berkembang dan sebagian tidak jelas kebenarannya.

“Masyarakat bisa mendapatkan informasi di situs resmi Kementerian Agama bernama Pusaka yang bisa didownload di play store atau menanyakan langsung ke kantor Kemenag,” pungkas Kakan Kemenag.

Kepada SuhaNews yang berkesempatan bertemu Meneti di ruang Siskohat Kantor Kemenag Kabupaten Solok, diceritakan, saat musibah melanda rumah yang ditempatinya, Meneti sedang berada di Pekanbaru ditemapt salah satu anaknya.

Sementara paspor yang terbakar, sebelumnya sudah diserahkan ke Kantor Kemenag untuk pengurusan visa dan keberangkatan Haji tahun 2020 lalu, namun saat itu keberangkatan ditunda karena Covid-19..

Pada tahun 2022 lalu, ia berkesempatan melaksanakan iabadah Umrah, makanya paspor tersebut diminta ke Kantor Kemenag untuk keberangkatan melaksanakan umrah ke tanah suci.

BACA JUGA  Capai 93 Persen Vaksin, Padang Raih Peringkat 3 lomba Sumdarsin

“Namun malang bagi amak, paspior yang disimpan di rumah pulang umrah terbakar, dan kini amak sangat berharap berangkat menunaikan ibadah haji,” ujarnya sambil menyeka air mata.

Meneti bertekad menyelesaikan dan melengkapi seluruh adminsitrasi yang diperlukan untuk berangkat sesuai jadwal yang ditentukan pemerintah. Ia berterima kasoh pada jajaran Kantor Kemenag Kabupaten Solok yang telah memberikan kemudahan untuk dirinya terkait persiapan ini. Fendi

BErita Terkait :

 

Facebook Comments

Google News