Jakarta, SuhaNews | Malam Minggu menjelangnHUT ke 81 RI, Sabtu (15/8) akan menjadi kenangan khusus bagi sebagian besar Penggalang anggota kontingen JAMNAS XII Kota Solok. Mereka mengunjungi stand Kwarda DKI Jakarta dengan stand yang diberi nama Rumah Betawi Pramuka Jakarta. penulis
Kepada para Gen Z ini diperkenalkan kebesaran tokoh Si Doel yang berawal dari kisah dalam novel yang ditulis oleh Aman Dt. Majo Indo yang kemudian populer dalam berbagai seri hingga diangkat menjadi filem dengan judul Si Doel Anak Betawi dan di era 90an dibuat ulang dalm bentuk sinetron oleh Rano Karno dengan judul Si Doel Anak Sekolahan.
Sinetron Si Doel kemudin menjadi legenda hingga sekarang, tak sedikit yang mengakuinya sebagai dsalah satu sinema terbaik Indoneia yang mengangkat tema budaya Betawi disertai kekuatan karater masing-masing tokoh di dalam ceritanya.
Para Gen Z hanya tahu kalau Wakil Gubernur DKI Jakarta sekarang, Rano Karno akrab disapa si Doel, tapi sebagian besar mereka tidak tahu, bagaimana sang Wagub yang juga anak pisang urang Pasaman ini menjadi lekat dengan sosok Si Doel yang diperankanya sejak masih muda di tahun 70an lalu.
Sampai di stand Kwarda DKI Jakarta dan Rumah Betawi yang dibuat mirip rumah Si Doel dalam Sinetron Si Doel Anak Sekolah ini, pengunjung disambut banner bergambar Sang Wagub yang akrab disapa Bang Doel.
“Baru tahu saya Kak, ternyata penulis sosok legendaris dalam cerita fiksi Betawi itu ternyata urang awak dari Solok,” ujar salah satu peserta saat mendeganrakan kisah te ntang Aman D. Majo Indo, penulis sekaligus pencipta karakter Si Doel sebagai ikon Anak Betawi.
Aman yang menghidupkan tokoh Si Doel sebagai anak asli Betawi dalam karyanya yang kemudian fenomenal, Aman Datuak Majoindo berasal dari Supayang, nagari yang saat ini masuk dalam kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok. penulis penulis penulis penulis
Dikutip dari Wikipedia, Aman memulai karir sebagai sastrawan saat bekerja di Balai Pustaka tahun 1920. Ia bekerja di tim redaksi bahasa Melayu bersama dengan Sutan Iskandar, Tulis Sutan Sati, Sutan Muhammad Zein dan Sutan Pamuntjak. Aman Datuk berhenti bekerja di Balai Pustaka pada tanggal 30 Juni 1958. Pada awal masuk Balai Pustaka, Aman pertama kali bekerja sebagai sebagai korektor, sebelum menjadi ajudan redaktur dan kemudian redaktur. Dia juga pernah menjabat direktur penerbit Balai Pustaka.
Selain Si Doel Anak Betawi, ada 20 buku yang tekah ditulis oleh Aman Datuak Madjoindo serta karya Melayu lama berbentuk syair dan hikayat. Syair-syairnya antara lain Syair Si Banto Urai (1931) dan Syair Gul Bakawali (1936). Karya-karya yang berbentuk hikayat adalah Cerita Malin Deman dan Puteri Bungsu (1932), Cindur Mata (1951), Hikayat Si Miskin (1958), Hikayat Lima Tumenggung (1958).

Mantan Kepala BNPT Boy Arfli Anwar, purnawirawan Polisi yang pernah menjabat sederet posisi startegis di POLRI mulai dari Kapolresta Padang sampai Kapolda merupakan cucu dari Aman Datuk Majoindo
“Alhamdulillah bertambah lagi pengetahuan kami tentang tokoh-tokoh berpengaruh dan besar dari Minang khususnya Solok dengan mengikuti Jambore Nasional di Cibubur ini,” ujar peserta lainnya. Satria | Fendi
Berita Terkait :
- Pasar Jambo, Pusat Oleh-oleh Ditengah Kemeriahan Jamnas XII
- Warna Warni Pakaian Daerah dan Yel Yel Penuh Semangat, Meriahnya JAMNAS XII
- Cerita 2 Generasi Berbeda Perkuat Kontingen Kota Solok pada Jambore Nasional
- Berlayar dengan KM. Batu Mandi Kontingen Kota Solok sampai di Cibubur Tengah Malam
- Kontingen Jamnas XII Kota Solok Dimanjakan Kemewahan Bus TAM Pewe Class R25



Facebook Comments