Koto Baru, SuhaNews. Setelah menggalang dana dari pengguna jalan Solok – Padang, Minggu (29/12) Satprakoja MAN 1 Solok mengantarkan bantuan ke Pintu Kayu, salah daerah di Kab. Solok Selatan yang terkena bencana.
Pinti Kayu yang terletak di jorong Pakan Rabaa Timur Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh merupakan salah satu kawasan di Solok Selatan yang terkena banjir. Kawasan ini ditimba banjir bandang sebelum banjir melanda Muara Labuh sekitarnya. Hingga kini kondisi disana belum pulih sepenuhnya.
Sumbangan yang berhasil dihimpun Satptakoja senesar satu juta rupiah ini dibelikan sembako dan kebutuhan pokok lainnya seperti susu , sabun mandi, odol, sikat gigi dan perlengkapan wanita.
Bantuan ini diterima langsung oleh kepala jorong Pinti Kayu Jponi Afrianto, sedangkan dari Satprakoja dipimpin oleh Pembina Hengki Iriawan.

Hengki Iriawan mewakili Kamabigus yang juga kepala MAN 1 Solok Yulfentri, S.Pd, MM mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kedulian Pramuka MAN 1 Solok sekaligus pengamalan nilai-nilai Pramuka oleh para anggota.
Hengki juga menyampaikan permohonan maaf dari Kepala MAN 1 Solok yang tidak bisa ikut dalam kesempatan ini. Tak lupa Hengki menyampaikan harapan keluarga besar MAN 1 Solok, agar kondisi ini cepat berlalu masyarakat kembali bangkit dari musibah ini.
Joni Afrianto kepala jorong Pintu Kayu yang menerima bantuan bencana di Posko, menyampaikan terima kasih kepada Satprakoja MAN 1 Solok yang telah membantu meringankan beban korban Banjir Bandang yang Melada Wilayah nya.
“Alum lah beko ka mambaok buah tangan, di liek juo kami kamari alah syukur mah,” ungkap Afrianto.
Usai menyerahkan Bantuan, didampingi Khairul Fajri Anggota BAMUS Nagari Pakan Rabaa Timur, yang juga Ketua KNPI kabupaten Solok Selatan, anggota Satprakoja berkesempatan meninjau langsung 5 titik Lokasi Banjir Bandang yang melanda Wilayah Pakan Rabaa Timur.

Disela kunjungan Khairul Fajri menceritakan kondisi terkini di gagari Pakan Rabaa Timur, dari 10 Jorong yang ada 7 di antaranya terkena dampak Banjir bandang.
Dari 17 Rumah Warga yang rusak berat alhamdulilh sudah di bantu oleh pemerintah untuk 6 bulan kedepan, segala kebutuhan yang di perlukan sudah di tanggung oleh pemerintah. InsyaAllah Juli 2020 nanti rumah hunian untuk korban bencana sudah bisa di ditempati.
Menutup keterangannya Fajri mengatakan bahwa saat ini masyarakat membutuhkan bantuan untuk memperbaiki kembali sawah yang rusak akibat banjir bandang ini.
reporter : Dinda | Lim  editor : Moentjak
Baca Juga :



Facebook Comments