Oleh : Feri Fren (Widyaprada BBPMP Sumbar)
Ada sebuah peribahasa yang sering didengar di tengah-tengah masyarakat kita yakni “Kusuik-kusuik Bulu Ayam”.
Bahkan ada pula lagu yang didendangkan oleh penyanyi asal Ranah Minang, Fauzana yang sempat viral beberapa waktu lalu. Tidak hanya di Sumatera Barat, bahkan sampai ke seluruh wilayah Indonesia dan luar negeri viral yakni “Tungkek Mambaok Rabah“.
Baca juga:Â Sekda Medison: Kabupaten Solok Terima Opini WTP Ke-6
Ada sebagian bait dari lirik lagu tersebut yang berbunyi, dakek caliak-mancaliak, jauah jalang manjalang. Sakik basilau, sanang baimbauan.Baitulah badunsanak, jo basudaro.
Cabiak-cabiak si bulu ayam, kadang rapek kadang maranggang. Ketek salapiak sakatiduran, gadang baiyo dalam rundingan. Bakakak Jo baradiak, dakek mangko ka berang. Bakakak Jo baradiak, jauah mangko ka sayang.
Menyimak lirik lagu tersebut, memang begitulah keadaan yang sering terjadi dan kita lihat di tengah-tengah kehidupan berkeluarga, bermasyarakat termasuk juga di dalam sebuah organisasi atau instansi.
Apabila kita lihat lebih jauh, “Kusuik-kusuik bulu ayam” adalah sebuah peribahasa Minangkabau yang secara harfiah berarti “kusut-kusut bulu ayam”. Secara kiasan, peribahasa ini menggambarkan perselisihan atau pertengkaran internal dalam suatu kelompok, seperti keluarga atau organisasi, yang pada akhirnya akan diselesaikan sendiri oleh anggota kelompok tersebut.
Jika terjadi sebuah permasalahan, cepat selesaikan, jangan dibiarkan berlarut-larut tanpa ada solusi, karena akan bisa menimbulkan multiplier effect atau efek ganda dari permasalahan tersebut yang bisa pula menimbulkan masalah lain.
Dampak lain karena masalah tidak terselesaikan bisa menimbulkan kerusakan hubungan pribadi, kelompok, suku, komunitas dan lain sebagainya.
Kembali ke peribahasa kusuik-kusuik si bulu ayam tadi, yang akan menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut siapa? Tidak lain adalah paruah.
Paruah bahasa Indonesianya paruh, adanya di tubuh ayam, bulu ayam juga berada di ayam
Paruh pada ayam adalah bagian depan dari mulut unggas yang berfungsi sebagai alat untuk makan, minum, dan berinteraksi dengan lingkungannya. Paruh ayam, yang terbuat dari keratin (bahan yang sama dengan kuku), terus tumbuh sepanjang hidup ayam. Paruh sangat kuat dan tajam.
Lalu siapa yang bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam sebuah organisasi? adalah orang yang punya kekuatan di dalam sebuah organisasi, apakah kepala, ketua, pimpinan dan lain sebagainya.
Paruh akan bisa menyelesaikan masalah kalau dia kuat. Kuat dalam artian secara total baik ucapan dan perbuatan serta memiliki jiwa sebagai pemimpin, dia bisa dijadikan sebagai teladan (role model).
Ketua atau kepala yang sebagai role model akan bisa menyelesaikan berbagai macam persoalan. Tapi kalau hanya bersikap NATO (No Action Talk Only) tidak bisa membuktikan ucapannya dengan perbuatannya jangan harap, bahkan akan bertambah kusutlah bulu ayam tersebut. Nantinya bisa berubah dari Kusuik-kusuik bulu ayam menjadi kusuik sarang tampuo. Semoga bermanfaat.
Baca juga:Â Sawahlunto Peroleh Opini WTP dari BPK untuk Keenam Kalinya



Facebook Comments