Masalah Pengungsi, BNPB Bahas Penanganannya Bersama Pemkab Agam

Lubuk Basung, SuhaNews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Agam untuk membahas percepatan penanganan pengungsi korban bencana di Kabupaten Agam melalui Zoom Meeting, Selasa (9/12) dari Ruang Rapat Bupati Agam, Lubuk Basung. 

Rapat ini diikuti oleh Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, SE, M.Com, bersama unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bersama BNPB Dody Ruswandi dan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan, Andi Eviana, M.Si.

Baca juga: Di Lapangan Bola V Kaum, Bupati Eka Putra Dengarkan Curhat Pengungsi

“Penanganan pengungsi harus menjadi prioritas utama, terutama pemenuhan kebutuhan dasar serta penyediaan sarana dan prasarana hidup yang layak,” ujar Andi Eviana.

Para pengungsi, jelas Andi Eviana, merupakan masyarakat yang sedang mengalami musibah sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan khusus.

“Pengungsi harus ditempatkan di lokasi yang bermartabat dan dipenuhi seluruh kebutuhan dasarnya. Penanganannya tidak bisa hanya dilakukan oleh satu OPD, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh OPD terkait di Kabupaten Agam,” tegas Andi Eviana.

Deputi Bidang Logistik dan Peralatan ini menekankan jika pengungsi tidak boleh terlalu lama berada di posko-posko darurat seperti masjid atau sekolah.

“Diharapkan pengungsi segera dipindahkan ke tempat yang lebih layak, baik dalam bentuk Hunian Sementara (Huntara) maupun Hunian Tetap (Huntap),” harap Andi Eviana.

BNPB meminta Pemerintah Kabupaten Agam agar data kebutuhan pengungsi dilaporkan melalui satu pintu, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Langkah ini dinilai penting untuk memudahkan pengelolaan dan penyaluran bantuan secara tepat sasaran.

Sementara itu, Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal mengapresiasi BNPB. Rapat koordinasi ini menjadi bukti adanya perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi pengungsi serta upaya percepatan penanganan bencana di Kabupaten Agam.

BACA JUGA  126 KK di Tanah Datar Terima Bantuan Dana Stimulan Rumah Rusak dari BNPB

“Seluruh OPD agar saling berkolaborasi, berbagi data, dan merangkum seluruh informasi menjadi satu data yang konkret, akurat, dan terintegrasi,” harap Muhammad Iqbal.

Data yang disusun, jelas Muhammad Iqbal, harus valid dan terkonfirmasi di lapangan. Percuma data lengkap jika tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. (amcnews.co.id)

Baca juga: Tinjau Lokasi Longsor Sungai Jambur, Bupati Solok Serahkan Bantuan

Facebook Comments

Google News