Memilih Pemimpin di Mata Tuangku Syekh Muhammad Alihanafiah Ar Rabbani

Solok, SuhaNews – Pengasuh Pondok Pesantren Taruna Rabbani, Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok Tuangku Syekh Muhammad Alihanafiah Ar Rabbani memberikan kriteria kepala daerah yang akan dipilih.

“Pilihlah pemimpin yang memiliki integritas dalam menjaga agamanya karena dia juga akan menjaga kepentingan ummat dan bangsa di atas kepentingan pribadinya,” tutur  Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Taruna Rabani yang juga Ketua Pembina Dewan Ulama Thariqah Internasional Istanbul, Turki Tuangku Syekh Muhammad Alihanafiah Ar Rabbani mengingatkan jika pemimpin yang berpakaian  dan berpenampilan islami bukan jaminan seorang itu memiliki agama yang bagus dan sopan.

Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani mengatakan bahwa untuk mengetahui seseorang calon tidak dapat terlihat dari penampilan saja. Pemimpin yang beragama akan terlihat dari akhlaknya.

“Untuk  mengetahui akhlaknya baik atau buruk, carilah calon pemimpin yang sering terzalimi, namun dia tidak pernah membalas kezaliman orang kepada dirinya sekalipun dia mampu untuk membalasnya,” jelas Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani.

Pemimpin yang seperti itu, jelasnya, mempunyai kelapangan jiwa dan kebesaran hati yang sudah teruji. Itulah tanda tanda besar seseorang telah memiliki akhlak yang baik. InsyaAllah akhlak yang baik akan mendatangkan manfaat yang lebih banyak.

“Pemimpin itu orang yang diberi amanah dan akan dipertanggungjawabkan dunia akherat tentang apa yang sudah dipimpinnya,” tambah Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani.

“Pilkada adalah wadah bagi kita untuk memilih pemimpin daerah yang terbaik, terbaik dari sisi agama, gagasan dan pengalaman,” tambahnya.

Tiga hal ini jelas Tuangku, tidak memandang gender calon kepala daerah. Allah SWT anugerahkan akal dan hati yang sama dimiliki kaum laki laki dan perempuan. Perempuan lebih memiliki ketelitian dan keberanian dalam membuat keputusan.

BACA JUGA  Universitas Pertamina Ajak Gen Z Promosikan Energi Baru Terbarukan Lewat Kompetisi Mural

Siti Khodijah istri pertama Baginda Rasulullah SAW, merupakan wanita yang pertama memeluk Islam, beliau paham sekali dengan resiko yang dihadapi, tetapi tetap saja Siti Khodijah menempuhnya. Begitu halnya dengan prinsip, seorang perempuan bernama Siti Masitoh dapat dengan berani terjun ke dalam kuali panas lantaran hanya untuk mempertahankan prinsipnya.

Menyinggung adanya calon kepala daerah perempuan, seperti di Kabupaten Tanah Datar, Tuangku mengatakan bahwa kita harus memandang jernih dan objektif.  Dalam konteks pemilihan kepala daerah, yang dipilih bukan pemimpin agama. Tetapi masih ada yang memakai isu agama dan gender untuk memenuhi syahwat politiknya, sehingga yang menjadi korban adalah ummat yang tidak paham membedakan dua hal tersebut.

Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani mengutip sebuah hadist,

عن جاؚر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « الم؀من يألف وي؀لف ، ولا خير فيمن لا يألف ، ولا ي؀لف، وخير الناس أنفعهم للناس »

Dari Jabir, ia berkata,”Rasulullah Saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Jika memang kita berkomitmen mencari seorang pemimpin, jelas Tuangku, yang dicari bukanlah seorang penguasa. Carilah pemimpin yang dapat membawa manfaat dengan agama dan akhlaknya.

“Jangan dipilih calon yang menimbulkan banyak mudharat, membuat kerusakan moral di tengah-tengah masyarakat,” ujar Tuangku Syekh Muhammad Alihanafiah Ar Rabbani.

Tuangku berharap dan berdoa, semoga Allah SWT memberikan hidayah-Nya dan kekuatan bagi masyarakat Kabupaten Solok khususnya dan di Sumbar pada umumnya untuk menentukan pilihannya dengan hati nuraninya.  Aamiin,-aamiin yarabbal’alamin. Wewe

BACA JUGA  Wakili Kabupaten Solok, Akram Siswa MTsN 2 Tampil pada Bintang Qur'an TVRI Sumbar

Baca juga:

 

Facebook Comments

Google News