Menetap di Zona Merah Bencana, Pemkab Pessel Kesulitan Melakukan Relokasi

men
ancaman tsunami
Pesisir Selatan, SuhaNews – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan kesulitan untuk merelokasi warga yang tinggal di zona merah atau rawan bencana karena banyaknya warga yang berdomisili di zona tersebut

Banyak warga yang berdomisili di zona merah, seperti ancaman tsunami, tanah longsor dan banjir, membuat pemerintah daerah (Pemda) kesulitan melakukan relokasi.

“Jumlah warga yang berdomisili di zona rawan bencana  melebihi separoh dari jumlah penduduk Pessel, yang saat ini mencapai 546 ribu jiwa lebih,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Herman Budiarto, Selasa (19/1).

Pessel, jelasnya, memiliki zona merah yang cukup luas di Sumbar. Baik zona merah tsunami, tanah longsor, dan banjir.

Khusus zona merah tsunami, papar Herman Budiarto, kawasanya cukup panjang dari utara hingga selatan dengan garis pantai mencapai 234,2 kilometer.

“Pada kawasan itu jumlah penduduk yang terancam keselamatannya mencapai 260 ribu jiwa,” tambah Herman Budiarto.

Kondisi yang juga tidak kalah besarnya, tambah Herman Budiarto, juga dialami oleh warga yang berada di pinggiran bukit dan bantaran sungai. Sebab jumlah jiwa yang terancam mencapai 100 ribu jiwa.

Karena jumlah warga yang berada di zona merah tersebut sangat banyak, sehingga upaya yang bisa dilakukan hanyalah melalui pembangunan jalan evakuasi, shelter, di samping imbauan untuk siaga

“Banyaknya warga yang harus direlokasi, akan membutuhkan biaya yang besar, di samping juga membutuhkan lahan pemukiman yang luas,” ungkapnya.

Kendala lain, jelas Herman Budiarto, tidak bersedianya masyarakat yang berada pada zona merah untuk dipindahkan, terutama yang sudah menggantungkan hidupnya sebagai nelayan.

Langkah strategis yang dilakukan pemerintah dalam memberikan kenyamanan kepada masyarakat agar terhindar dari ancaman bencana adalah melalui peningkatan pembangunan infrastruktur.

BACA JUGA  Audiensi dengan Menteri Pertanian, Walikota Jual Bareh Solok dan Agrowisata Payo
Di kawasan zona merah tsunami, jelas Herman Budiarto, akan dibangun shelter secara bertahap sesuai kebutuhan. Pada kawasan zona merah longsor  dilakukan penghijauan. Masyarakat juga diminta untuk tidak merusak hutan agar kelestarian hutan tetap terjaga. (*/Wewe)
Baca juga:

Facebook Comments

loading...