Menikah Saat Pandemi Covid-19, APD Dijadikan Sebagai Mahar

covid
APD dijadikan mahar nikah
SuhaNews – Dua pasang pengantin laksanakan pernikahan unik, bertajuk Nikah Bareng Peduli Covid-19 dengan mahar masing-masing seperangkat alat sholat, Alquran dan baju Alat Pelindung Diri (APD). 

Pernikahan kedua pengantin ini dilaksanakan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Unik karena selain tempat nikah yang tidak biasa, juga mas kawin atau mahar berupa seperangkat alat shalat, Alquran dan baju APD dibayar tunai,” kata Ketua Panitia Golek Garwo dan Nikah Bareng Nasional Ryan Budi Nuryanto,  Sabtu (9/5).

Nikah Bareng Peduli Covid-19 pada Jumat (8/5) tersebut, jelas Ryan, digelar dalam rangka mendukung program pemerintah terhadap penanggulangan wabah virus corona dan membantu masyarakat tidak mampu untuk menikah dan menumbuhkan kesadaran untuk berbagi.

Nikah Bareng difasilitasi oleh Forum Taaruf Indonesia (Fortais) Sewon Bantul dan pemerintah daerah. Nikah ini mengambil tema Ingat Nikah Jangan Lupa Berbagi Sesama dan Donor Darah.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Palang Merah Internasional dan menyambut Nuzulul Quran 1441 Hijriyah,” jelas Ryan Budi Nuryanto.

Mahar berupa baju APD,  jelasnya, akan disumbangkan kepada PMI (Palang Merah Indonesia) Bantul sebagai wujud kepedulian terhadap tim medis juga sekaligus akan mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan.

niahDua pasang pengantin itu adalah  pertama adalah Novi Rahmawati Ningsih (23), gadis asal Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan Tunggul Pujangkoro (25), jejaka asal Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta. Kemudian Atik Tri Ujianti (56), janda asal Panggungharjo Bantul, DIY dengan Lupadi (51), Duda asal daerah sama.

Nikah bareng tersebut dilakukan secara sederhana dan dihadiri oelh kerabat dalam jumlah terbatas  yakni 10 orang. Hal ini  sesuai imbauan penerapan social distancing.

Prosesi awal pun dilakukan dengan pengecekan suhu tubuh, pemakaian hand sanitizer, dan masker untuk semua tamu yang hadir.

“Khusus untuk pengantin dan petugas dilengkapi sarung tangan dan pelindung muka, dan kemudian masuk kebun KUA yang disulap menjadi pelaminan konsep ‘ngruwat alam’. Prosesi ijab qabul dilakukan secara bergantian sesuai SOP (standar operasional prosedur) KUA dan manten,” katanya.

Menurut dia, baju manten dan APD tersebut dirancang dengan konsep ecoprint memadukan tradisi dan ecostyle di dalamnya terkandung makna pengantin akan survive dan sukses selalu bersyukur atas hikmah dalam setiap peristiwa.

“Pernikahan dengan konsep ini diharapkan meningkatkan semangat melawan pandemi Covid-19 dan memberikan semangat kepada para tim medis, sekaligus mengedukasi masyarakat melalui germas sebagai langkah pencegahan virus Covid-19,” katanya.

Editor: Wewe     Sumber: Republika.co.id

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...