MUI Sumbar Tanggapi Respon Masyarakat Atas Fatwa dan Himbauan Pemerintah

MUI Sumbar Tanggapi Respon Masyarakat Atas Fatwa dan Himbauan Pemerintah
Ketua MUI Sumbar, buya Gusrizal Gazahar Dt Palimo Basa Lc. MA. foto fb surau buya
Solok, SuhaNews. Merebaknya virus corona (covid-19) membuat Pemerintah mengambil sikap dan mengeluarkan himbauan yang ditanggapi beragam oleh masyarakat. Baik secara medis maupun secara rohani. Atas hal tersebut SuhaNews mengkonfirmasi Ketua MUI Sumbar buya Gusrizal Gazahar Dt Palimo Basa Lc. MA 

Ada dua hal yang menjadi bahasan dalam pembicaraan ini, pertama adanya himbauan gubernur Sumbar agar perantau Minang tidak pulang kampung pada lebaran 2020 nanti, terkait penyebaran virus corona(covid-19).

Berita Terkait : Gubernur Sumbar Imbau Perantau Tidak Pulang Kampung

Yang kedua, penjelasan terkait fatwa MUI tentang ditiadakannya shalat berjamaah di masjid untuk sementara waktu sampai wabah virus corona(covid-19) ini mereda.

Buya Gusrizal membuka penjelasannya dengan mengutip hadits Rasulullah yang artinya “Wabah Tha’un adalah suatu ayat, tanda kekuasaan Allah Azza Wajalla yang sangat menyakitkan, yang ditimpakan kepada orang-orang dari hambaNya. Jika kalian mendengar berita dengan adanya wabah Tha’un, maka jangan sekali-kali memasuki wilayah itu, jika Tha’un telah terjadi pada suatu daerah dan kalian disana, maka janganlah kalian keluar darinya”. (HR. Muslim dari Usamah bin Zaid bin Haritsah R.A ).

“Untuk itu, mari bersabar dengan bertahan di rumah masing-masing karena menurut al-Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani, siapa saja dalam kondisi wabah berjangkit, bisa bertahan di rumahnya dengan bersabar dan berharap pahala dari Allah swt, akan mendapatkan pahala orang syahid walaupun dia tidak meninggal,” sebut buya.

Baca Juga : Virus Corona Meresahkan, MUI Ajak Umat Dekatkan Diri Pada Allah

Dasarnya adalah hadits Nabi Muhammad SAW, “dari A’isyah r.a., beliau bercerita ; Saya bertanya kepada Nabi Muhammad saw tentang wabah tha’un . Beliau menjawab: “Sesungguhnya tha’un itu ‘adzab Allah bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan rahmat bagi orang-orang beriman. Tiada orang yang pada saat musim wabah tha’un melanda dan dia berdiam diri di rumah dengan sabar dan berharap pahala kepada Allah, meyakini bahwa dia tidak akan terkena suatu bencana kecuali sesuai dengan apa yang telah tertulis untuknya (di luh mahfuzh), maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang syahid”. (HR. al-Bukhori).

BACA JUGA  Diduga Hanyut di Batang Lolo, BPBD Solsel Lakukan Pencarian Rozalia

Kemudian terkait Fatwa MUI yang melarang shalat berjamaah di masjid, buya Gusrizal menyebut tanggapan masyarakat yang beredar di media sosial tidak membaca seutuhnya Fatwa yang dikeluarkan MUI.

“Kebanyakan hanya membaca judul berita, atau melihat cuplikan video, namun tidak membaca seutuhnya atau melihat video itu sepenuhnya,” kata Buya Gusrizal.

Buya menjelaskan, didalam fatwa tersebut ada rinciannya, ada yang tertuju pada perorangan, pada penyelenggara ibadah, dan ada yang tertuju kepada masyarakat yang berada di wilayah tertentu.

Selain itu pemberitaan dari media juga berperan, karena berita yang diterbitkan media juga tidak menjelaskan secara utuh bunyi fatwa MUI tersebut, mereka lebih fokus kejudul “bolehnya tidak shalat berjamaah” sehingga menimbulkan persepsi beragam ditengah masyarakat.

“Dalam kondisi seperti sekarang ini, sudah sangat tepat dilakukan pelarangan shalat berjamaah di masjid. Tapi bukan diseluruh wilayah Indonesia, terbatas pada daerah yang sudah parah Pendemi Coronanya,” tegas Buya Gusrizal.

Sedangkan di di Sumatera Barat, hingga saat ini beum ada fatwa larangan salat berjamaah. Jika nanti kondisi memburuk dan ditetapkan oleh Pemerintah maka bisa jadi fatwa larangan salat ini dikeluarkan.

“Kalau belum gawat, yang kita lakukan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Jika kurang sehat jangan pergi shalat berjamaah agar tidak menular ke orang lain,” tutupnya.

Buya juga mengajak umat selalu bermunajat kepada Allah agar dunsanak dunsanak di rantau dan yang berada di kampung halaman, senantiasa diridhai dan dilindungi Allah swt dan menjadikan musibah ini sebagai momen mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak beribadah.

“Salah satunya melaksanakan Qunut Nazillah disetiap shalat fardhu, baik dilaksanak sendiri maupun shalat berjamaah. Kepada para Imam di masjid dan musala agar melaksanakannya seray memberikan penjelasana kepada jamaah tentang Qunut Nazillah tersebut,” tutup Buya Gusrizal.

BACA JUGA  Virus Corona, Arab Saudi Tangguhkan Umrah tahun 2020

reporter : Oca editor : Moentjak

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaCegah Corona, Pemandian Aia Angek Bukit Kili Ditutup Sementara
Artikel berikutnyaMiliki Narkoba, Polres Solok Tangkap 2 Pria asal Jawa