Hikmah Dibalik Virus Corona

Hikmah Dibalik Virus Corona
Dedi Hermanto

Hikmah Dibalik Virus Corona

oleh : Dedi Hermanto (reporter SuhaNews)

Alhamdulillah pada 1 Syawal 1441 H kali ini kita telah melewati hari hari yang begitu berat yang mungkin berbeda dari biasanya, setelah satu bulan penuh kita melakukan ibadah Puasa dan tidak terbayangkan bagi kita semua untuk beribadah dirumah saja namun dibalik semua itu pasti ada hikmahnya.

Biasanya tradisi untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga sewaktu lebaran sangat diidamkan idamkan bagi siapa saja, apa lagi bagi saudara muslim yang jauh dirantau, Namun kebiasaan itu tidak terbayang kan oleh kita ketika wabah Corona melanda dunia, semuanya berubah seketika, memporak porandakan semua lini yang ada sehingga mulai dari pemerintah sampai majelis ulama menyerukan untuk melakukan aktivitas dirumah saja demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Walaupun demikian ada beberapa hikmah dan nilai yang bisa dipetik dari kejadian kejadian yang kita alami saat ini untuk diambil hikmahnya.

Nilai pertama, Iman kepada hari akhir. Yakin akan kematian yang begitu dekat. Agar kita betul-betul bersiap untuk kesana, hikmahnya. Melebihi persiapan kita untuk berhari raya.

Kedua, nilai pasrah kepada Kekuasaan Allah SWT. Terasa diri kita begitu tidak berdaya dihadapan satu jenis makhluk Allah SWT yg bernama virus. Negara2 besar bertekuk lutut menghadapinya. Seluruh agenda negara terpaksa tunduk dengan protokol wabah covid 19 ini. hikmahnya Terbayang kita dengan hari kiamat, ketika semua ciptaanNya Allah hancurkan. Dan manusiapun menjadi tidak berdaya.

Nilai ketiga, kesiapan kita untuk mau berubah. Mengkondisikan diri atas situasi dan kondisi yang ada. Kita kalahkan ego dan kepentingan kita, kita tunda banyak hal dalam aktifitas kita, dan kita prioritaskan hal2 yang penting saja. Sungguh selama ini memang banyak hal yang kurang utama telah mengisi hidup kita. Ke depan kita harus membuat suasana baru. Agar hidup kita hanya untuk yang berguna saja.

BACA JUGA  Waspada Corona, Pengurus dan Pemuda Bersihkan Masjid Nurul Falah Limo Kaum

Nilai keempat, kebiasaan baik itu harus dipaksakan, dibiasakan, dikondisikan. Kalau tidak, ia takkan pernah menjadi perilaku spontan dalam diri kita. Terbiasa hidup penuh dengan nilai-nilai ubudiyah, budaya bersih, menjaga jarak, peduli dengan situasi dan kepada sesama, itu harus terus kita bangun. Ingat, dunia ini bukan milik kita sendiri, dan bukan untuk kita sendiri.

Nilai kelima, ada banyak pengalaman ruhiyah (rohani) masing-masing kita dengan ramadhan bersama covid 19. Kualitas dan kuantitas amal shaleh kita betul-betul teruji dengan kemandirian pelaksanaannya di rumah masing-masing. Semoga ke depan, kita semua, alumni madrasah Ramadhan di tengah wabah corona, semakin bersemangat memperbaiki diri dan memantaskannya agar berhak meraih posisi mulia di sisi Allah.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ.

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS Ar Ra’du: 11).

Semoga setelah ramadhan yang kita lalui ini akan semakin taat beribadah untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat yang hakiki.

Kami dari keluarga SuhaNews mengucapkan Minal aidzin walfaizin mohon maaf lahir batin 1441 H.***

Baca juga :

Facebook Comments

loading...