Tawaf Qudum, Jawaban Akan Kerinduan pada Baitullah

Makkah, SuhaNews | Rasa lelah setelah menempuh perjalanan darat menggunakan bus selama lebih kurang 9 jam dari Madinah menuju Makkah dikalahkan oleh kerinduan untuk segera menjejakan kaki di Baitullah dan melaksanakan tawaf Qudum.
Ketua Kloter 9 PDG mengumumkan agar jemaah mempersiapkan diri untuk melaksanakan umrah wajib dengan jadwal pukul 22.00 Waktu Arab Saudi (pukul sepuluh malam) jemaah menyambut antusias. Sembari mengemasi barang di Hidayah Tawer, persiapan menuju Masjidil Haram dilakukan para jemaah. Tawaf Qudum, yang menjadi bagian dari Umrah Wajib akan dilakukan nanti.

Dipandu dan didampingi oleh Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah, dibawah komando Ketua Rombongan dan Ketua Regu, jemaah Kloter 9 PDG menuju Masjidil Haram menggunakan Bus Shalawat dengan nomor trayek 14.

Meski sudah malam, jalanan ko Makkah terbilang padat. Bus pun melaju perlahan menuju terminal Jabal Ka’bah, salah satu titik terdekat dengan Masjidil Haram. Meski disebut titik terdekat, jemaah masih melanjutkan berjalan kaki sekitar 300 meter unyuk sampai di pelataran Masjidil Haram.

“Tawaf Qudum disebut juga tawaf penghormatan, dilakukan saat pertama kali datang ke Makkah dalam keadaan berihram setelah memanag niat untuk Umrah, Ini merupakan tawaf penghormatan yang disunnahkan bagi jamaah haji yang datang ke Makkah sebelum waktu wukuf, sebagai pengganti shalat tahiyatul masjid saat masuk ke Masjidil Haram” ujar H. Rifa’i, Ketua Rombongan 7 Kloter 9 PDG yang saat itu bersama jemaah dari Kabupaten Solok, Kota Solok, kabupaten Solok Selatan dan Kota Padang Panjang.

Kepala KUA Kubung yang juga pernah menjadi Pembimbing Ibadah salah satu kloter Embarkasi Padang pada tahun 2023 lalu menjelaskan, Jemaah datang ke Masjidil Haram untuk mengerjakan Umrah Wajib ya ng menjadi rangkaian dari perjalanan ibadah haji.

BACA JUGA  Hari Keempat Kalimat "Shollu Fii Buyutikum" Bergema di Masjid Taqwa Simpang AA

“Sebagaimana telah dissampaikan dalam manasik, rukun Umrah terdiri dari Niat dan Ihram yang telah dilafazkan saat miqat di Bir Ali, kemudian tawaf yang dimulai dari dan berakhir di hajar Aswad sebanyak tujuh kali dengan Ka’bah berada disisi kiri, kemudian Sa’i atau berlari kecil antara bukit Safa dan bukit Marwa juga sebanyak tujuh kali yang dimulai di bukit Safa dan berakhir di Marwa, kemudian Tahalul atau mencukur sedikit rambut dan semua urutan dilakukan dengan tertib,” ulas H. Rifa’i.

Usai melakukan Umrah yang malam itu sudah memasuki hari Rabu (13/5) dini hari atau pukul 02.00 Waktu Arab Saudi, jemaah tak langsung pulang ke hotel. Namun menikmati suasana di Masjidil Haram yang tetap poenuh oleh jemaah yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Tak sedikit yang menitikan air mata, sebagai wujud rasa syukur dan jawaban atas kerinduan pada Baitullah selama ini dan kini dapat menjejakan kaki mengitarinya sembari menyebut asmaNya.

“Alhamdulillah, dapat kesempatan menjejakan kaki disini setelah belasan tahun menunggu dan entah mungkin terulang lagi,” ujar Yettimar salah satu jemaah dari Kabupaten Solok sembari mengusap air matanya karena terharu. Nova | Fendi

Berita terkait :

Facebook Comments

Google News