Madinah, SuhaNews | Sebagaimana yang disampaikan Ketua Kloter 9 PDG dan Pembimbing Ibadah, sejak usai Subuh Selasa (12/5) para jemaah telah berkumpul di loby hotel bersiap memulai perjalanan menuju Makkah dengan terlebih dahulu berhenti untuk Miqat di Bir Ali.
Satu persatu jemaah menaiki bus yang telah siap untuk berangkat, begitu juga dengan koper sudah dibawa dan diserahkan ke petugas sebagaimana arahan PPIH yang telah berkoordinasi dengan PPIH Daker Madinah. Pukul 6.21 Waktu Arab Saudi, bus bergerak meninggalkan Arjwan Hotel Madinah menuju Makkah .

Iring-iringan bus yang membawa rombongan jemaah kloter 9 PDG sampai di masjid Bir Ali pukul 06.50 Waktu Arab Sadi, lebih lambat dari estimasi yang ada di maps yang menyebutkan sekitar 10 sampai lima belas menit. Hal ini karena kepadatan lalu lintas di Kota Madinah pagi ini yang cukup sibuk, baik oleh jemaah dari berbagai negara yang mulai bergerak memasuki kota Makkah maupun oleh penduduk kota Nabi sendiri yang memulai aktivitasnya pagi ini. miqat miqat miqat miqat miqat miqat miqat
Perjalanan pagi ini bukan perjalanan biasa, tapi perjalanan spritual memenuhi panggilanNya menunaikan rukun Islam kelima, semua jemaah terlihat menikmati perjalanan ini dengan penuh rasa syukur sembari melapazkan zikir dan asma Allah.
Sampai di Bir Ali, seperti yang disampaikan oleh Pembimbing Ibadah, jemaah turun, bersuci dan berwudhuk kemudian solat dua rakaat dan memasang niat Ihram. Semua jemaah melakukannya, kecuali yang lansia dan resti melakukannya dari dalam bus.

Usai Miqat di Bir Ali ada rasa menggugah di hati, karena saat ini tidak hanya berada di tanh suci, tanah perjuagan Rasulullah, tetapi juga berserah diri dan mulai melakasanakan tahapan-tahapan dalam mengerjakan ibadah Umrah dan Haji, salah satunya berniat dan Ihram.
Pukul 07.47 Waktu Arab Saudi, rombongan kembali bergerak meninggalkan Bir Ali dan melanjutkan perjalanan menuju Makkah. Bus melaju di jalanan beraspal membelah teriknya matahari pagi yang mulai memancarkan panas.
Ada rasa mengusik di hati, kita yang hidup di zaman ini melintasi panasnya padang pasir antara Madinah Al Munawarah menuju Makkah Al Mukaramah yang menaiki bus de ngan kursi empuk serta AC yang dingin, masih merasakan jauhnya jarak kedua kota suci ini apalagi zaman Rasulullah dan para pengikut yang saat itu hanya menaiki Onta dan tak jarang pula berjalan kaki.
Bukan hanya panas yang dirasakan Rasulullah dan para sahabat, tetapi juga ancaman dari kaum kafir yang bisa saja datang tiba-tiba dari segala arah ditengah gurun pasir dan perbukitan yang ada disepanjang perjalanan hijrah tersebut.

Mengingat, mengenang dan membayangkan apa yang dilakukan Rasulullah dan apa yang dialami para sahabat dan pengikut Nabi, terasa perjalanan ini belum seberapa, karena sudah ditunjang fasilitas dan sarana modern. Sebuah pelajaran dan pesan spritual dari perjalanan ini, yang dilakukan jemaah haji hari ini masih jauh dari perjuangan dan perjalanan Raslullah.
Dalam mengenang perjalanan ini dan merasan pesan religi yang menusuk kalbu, bus berhenti di rest area pukul 9.34 Waktu Arab Saudi. Sama seperti rest area yang ada di Indonesia khususnya jalan tol, disini selain tersedia area parkir yang luas juga ada restorant yang menyediakan menu makanan Indonesia, seperti Nasi Goreng hingga soto.

Namun untuk harga menyesuaikan dan jangan bayangkan kalau harga seporsinya sama dengan nasi goreng di Indonesia yang dijual antara dua puluh sampai tiga puluh lima ribu rupiah tergantung toping. Bahkan ada yang cuma sepuluh rupiah sudah diberi satu telur dadar atau mata sapi. Di rest area ini harga seporsi nagi goreng 30 SAR (tiga puluh Riyal Arab Saudi) yang apabila dikoneversi ke rupiah sekitar seratus lima puluh rupiah.
Jemaah yang sebagian besar sudah mendapatkan infiormasi dan bocoran tentang harga tersebut, tidak sedikit yang membawa bekal yang disiapkan di hotel saat masih di Madinah. Ada yang membawa nasi dengan lauk sederhana, ada yang membawa mie instan.
Beruntungnya fasilitas mendukung untuk menikmati makanan dan bersantap dalam bus, karena setiap seat dilengkapi meja, sehingga jemaah bisa meletakan makanan dan minuman dengan nyaman tanpa khawatir tumpah mengenai pakaian. Jadi jemaah turun dari bus hanya melepas penat sembari menikmati pemandangan sekitar rest area atau ingin ke toilet. Nova | Fendi
Bersambung
Berita terkait :
- Kenangan di Madinah, Bertemu Dunsanak dari Alahan Panjang Yang Menetap di Kota Nabi
- Hari Terakhir Jemaah Haji Solok di Madinah Suhu Capai 41 Derajat
- Besok Menuju Makkah, Jemaah Haji Kloter 9 PDG Matangkan Manasik Umrah
- Jemaah Kloter 14 PDG Terima Uang Saku 100 Riyal dari Andre Rosiade
- 14 Kloter Telah Berangkat, Imigrasi Segel Bus Nyaman Holiday dan KYM Trans Yang Layani Jemaah Haji
- Solat Jumat di Masjid Nabawi, Jemaah Haji Solok Hadir Sejak Pukul 10
- Suhu Madinah Capai 39 Derjat, Jemaah Diimbau Kurangi Aktivitas Diluar Ruangan
- Berkumpul di Pintu 216, Jemaah Haji PDG 9 Mengenal Masjid Disekitar Masjid Nabawi
- Haji Gelombang I Berakhir, Kloter 2 PDG Terbang Menuju Jeddah



Facebook Comments