Makkah, SuhaNews | Perjalanan panjang dari Madinah menuju Makkah yang dilewati oleh jemaah haji kloter 9 PDG tak hanya jauh dan memakan waktu, tetapi juga melalui pemeriksaan berlapis sebanyak tiga kali.
Melewati hamparan pasir sejauh mata memandang dan dikejauhan tampak bukit cadas gersang, kembali mengusik hati membayangkan betapa beratnya perjalan yang dilalui oleh Rasulullah bersama para pengikut untuk hijrah dari Makkah ke Madinah. Beberapa jemaah tertidur menikmati perjalanan yang disejukan dengan dinginnya AC bus, kebanyakan menikmati pemandangan diluar sana meski sejauh mata memandang tak ada yang berbeda.

Jalanan mulus dan lurus juga membuat lelah pengemudi, membuat berhenti untuk ia beristirahat dan menyeruput kopi menghalau kantuk dan lelah.
Mendekati kota Makkah, bus dihentikan oleh petugas keamanan yang sepertinya dari Kerajaan Arab Saudi, selain pemeriksaan dokumen imigrasi setiap jemaah juga diperiksa kartu Nusuk yang menjadi syarat utama bagi seluruh jemaah haji.
Pemeriksaan kedua selain kartu nusuk kembali diperiksa paspor dan visa, Alhamdulillah seluruh jemaah tidak ada kendala dan dapat melanjutkan perjalanan.
Melihat ketatnya pemeriksaan yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi ini, menyadarkan kita bahwa berhaji tidak hanya modal tekad dan nekat. Tetapi juga kesiapan secara adminiatrasi dan mematuhi regulasi. Tahun ini kedatangan jemaah yang tidak legal makin diperketat, termasuk kemungkinan adanya penyusup ke dalam jemaah resmi yang telah melalui prosedur seperti jemaah Kloter 9 PDG ini.
Banyak berita yang memperlihatkan tindakan dan temuan Pemerintah Arab Saudi terhadap jemaah ilegal ini, mulai dari Bandara, sekitar Masjidil Haram dan Kota Makkah hingga ke wilayah Arafah dan gurun pasir yang menjadi salah satu jalur ilegal jemaah tidak resmi tersebut.
Pemeriksaan ketiga sudah mendekati kota Makkah, karena tak lama setelah pemeriksaan pemandangan hamparan pasir berganti dengan gedung-gedung.
Yang menggugah hati, saat bus melintas kawasan Mina. Dari dalam bus terlihat ribuan tenda telah didiapkan menyambut kedatangan jemaah haji. Tak sabar rasanya untuk dapat berdiam dalam tafakur sembari bermunajat di salas satu tenda itu.
Hitungan menit dari Mina, bus sampai di hotel Hidayah Tawer yang berada di Aziziyah Janubiyah. Begitu sampai, tak bisa langsung turun. Pemeriksaan kembali dilakukan kali ini disertai oleh PPIH Daker Makkah.

Setiap jemaah menerima tas yang nantinya digunakan untuk sandal dan 1 buah tasbih serta payung untuk menunjang aktivitas ibadah. Kurma dan nasi juga diberikan sebagai bentuk ucapan selamat datang. Saat kedatangan ini suhu kota Makkah 42 derajat celcius.
Setelah pembagian kamar, kepada jemaah disampaikan bahwa akan melaksanakan umrah wajib malam ini sedangkan untuk jemaah lansia dan risti akan melaksanakan umrah esok pagi. Nova | Fendi
Berita terkait :
- Miqat di Bir Ali, Jemaah Kloter 9 PDG Nikmati Perjalanan Religi Madinah – Makkah
- Kenangan di Madinah, Bertemu Dunsanak dari Alahan Panjang Yang Menetap di Kota Nabi
- Hari Terakhir Jemaah Haji Solok di Madinah Suhu Capai 41 Derajat
- Besok Menuju Makkah, Jemaah Haji Kloter 9 PDG Matangkan Manasik Umrah
- Jemaah Kloter 14 PDG Terima Uang Saku 100 Riyal dari Andre Rosiade
- 14 Kloter Telah Berangkat, Imigrasi Segel Bus Nyaman Holiday dan KYM Trans Yang Layani Jemaah Haji
- Solat Jumat di Masjid Nabawi, Jemaah Haji Solok Hadir Sejak Pukul 10
- Suhu Madinah Capai 39 Derjat, Jemaah Diimbau Kurangi Aktivitas Diluar Ruangan
- Berkumpul di Pintu 216, Jemaah Haji PDG 9 Mengenal Masjid Disekitar Masjid Nabawi



Facebook Comments