MUI Tanah Datar: Di Zona Tak Terkendali Dilarang Salat Berjamaah

1159
tanah datar
Batusangkar, SuhaNews – MUI Tanah Datar mengeluarkan Maklumat Nomor: 06/Maklumat-MUITD/VI/2020 tertanggal 2 Juni 2020 tentang penetapan daerah penyebaran Covid-19  terkendali dan tidak terkendali di Tanah Datar.

“Di daerah/zona yang penyebaran Covid-19 tidak terkendali tidak boleh melaksanakan shalat Jumat dan menggantinya dengan shalat Dzuhur di tempat masing-masing,” ujar Ketua Umum MUI Tanah Datar, Dr. H. Syukri Iska, M.Ag dan Sekretaris Umum H. Afrizon, S. Ag dalam maklumat ini.

Kegiatan ibadah lainnya yang melibatkan banyak orang, seperti shalat fardhu berjamaah juga tidak boleh diselenggarakan di daerah yang masuk zona ini.

“Di daerah/zona yang tingkat penyebaran Covid-19 sudah terkendali, ibadah yang melibatkan banyak orang, seperti shalat Jumat dan shalat fardhu berjamaah, dapat dilaksanakan dengan beberapa ketentuan,” tambah Syukri Iska.

tanah datar
Syukri Iska

Adapun ketentuan yang harus diperhatikan antara lain. adanya jaminan pemerintah dan/atau pengurus masjid bahwa jamaahnya adalah jamaah tetap, penduduk setempat, tidak musafir, tidak perantau/mahasiswa/pedagang yang kembali dari daerah yang tidak terkendali, serta tidak dalam keadaan sakit (flu,batuk, demam).

Kemudian adanya jaminan pemerintah/pengurus masjid untuk melaksanakan semua prosedur pencegahan Covid-19 seperti
menggulung tikar masjid dan senantiasa membersihkan lantai dan tempat berwudhu dengan menggunakan disenfektan serta memastikan semua jamaah memakai masker dan sajadah masing-masing.

Di samping itu, menyiapkan tempat cuci tangan di pintu masuk dan mengecek suhu tubuh jamaah dengan peralatan medis sebelum masuk masjid.

“Senantiasa mengatur jarak antar jamaah di dalam masjid dan dalam pelaksanaan shalat, tidak melakukan kontak fisik antar jamaah seperti bersalaman,  dan melaksanakan khutbah atau ceramah secara iqtishad (ringkas),” demikian maklumat pada poin ketiga.

Untuk meminimalisir jumlah jamaah shalat Jumat pada suatu masjid dan agar dalam pelaksanaannya dapat diatur jarak, jelas MUI dalam maklumat ini, maka direkomendasikan untuk menambah tempat pelaksanaan shlat Jumat di mushalla atau di surau sesuai dengan kearifan lokal daerah masing-masing sampai meredanya wabah Covid-19.

Reporter: Andra     Editor: Wewe

Baca Juga:

 

Facebook Comments

loading...