Pasia Laweh, SuhaNews – Pemerintah Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam menggerakkan program 1.000 (seribu) sajadah untuk masyarakat di masa pandemi Covid-19.
“Program ini salah satu upaya pemerintah nagari untuk menghindari penyebaran Covid-19 di rumah ibadah, dengan cara memberikan bantuan sajadah kepada masyarakat,” ujar Wali Nagari Pasia Laweh, Zul Arfin kepada AMCnews.co.id, Jum’at (14/5).
Pemerintahan nagari, jelas Zul Arfin, sudah mengimbau masyarakat untuk membawa sajadah ketika melaksanakan ibadah di masjid atau musaha. Tetapi banyak yang tidak membawa sajadah dengan berbagai alasan.
Baca juga: Rifo Darma Saputra, Perantau Solok Pelopori Gerakan Sejuta Sajadah untuk Warga Sumbar
“Setelah ditelusuri ternyata sajadah yang dimiliki sudah usang sehingga mereka enggan untuk membawa sajadah ke masjid atau mushala,” tambah Zul Arfin.
“Kalau kain sarung kita yakin masyarakat memilikinya, tapi untuk sajadah bisa dikatakan jarang yangt menukarnya,” sebut Zul Arfin sebagaimana dirilis AMCNews.
Betrdasarkan kenyataan itulah, pemerintah nagari bersama tokoh masyarakat mendata seluruh imam, khatib, bilal, anak yatim piatu, fakir miskin, guru mengaji dan lainnya sebagai penerima program 1.000 sajadah.
“Tahap awal, didata 1.000 orang penerima dari 1.501 KK yang ada di Nagari Pasia Laweh,” jelas Zul Arfin.
Program 1.000 sajadah ini, ujar Ketua Forwana Sumbar ini, sudah dilaunching Tidak menunggu sampai 1.000 helai sajadah yang terkumpul, berapapun terkumpul, langsung kita serahkan kepada penerima.
Program serija sajadah ini, jelas Zul Arfin, mendapatkan dukungan dari kampung maupun perantau, baik berupa barang (sajadah) maupun uang.
Wali Nagari Pasia Laweh optimis pada 1 Muharram 1443 hijriah, 1.000 sajadah sudah tersalurkan kepada masyarakat. Bahkan diyakininya bisa melebihi dari 1.000 helai karena tingginya partisipasi masyarakat. (*/We)
Baca juga: Wawako Sawahlunto Himbau Jamaah Tarawih Membawa Sajadah dari Rumah



Facebook Comments