PDRB Kabupaten Solok Tumbuh 3,32 Persen Tahun 2021

tumbuh
Arosuka, SuhaNews – PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Solok tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 3,32 persen. 

“Jika dibandingkan dengan tahun 2020, perekonomian Kabupaten Solok terlihat sudah mulai mengalami perbaikan,” ujar kepala BPS Kabupaten Solok, Ir. Hilda.

Baca juga: Gubernur Sumbar Buka Musrenbang RKPD Tahun 2023

Pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Kabupataen Solok terhitung sebesar 3,32 persen, mengalami peningkatan sekitar 4,44 persen poin dibandingkan dengan tahun 2020 yang pertumbuhannya terkontraksi, yakni terhitung – 1,12 persen.

“Sekalipun pandemi Covid-19 masih terasa pada tahun 2021, tetapi hampir seluruh lapangan usaha sudah mengalami pertumbuhan positif,” tambah Hilda.

Nilai  nominal PDRB Kabupaten Solok, jelas Hilda, mengalami kenaikan dari sekitar 13.523 miliar rupiah pada tahun 2020 menjadi 14,080 miliar rupiah di tahun 2021.

Jika dibagi dengan jumlah penduduk di kedua tahun tahun tersebut, PDRB perkapita Kabupaten Solok pada 2021 meningkat sekitar 1,1 juta rupiah, dari 34,62 juta rupiah di tahun 2020 menjadi 35,72 juta rupiah pertahun di tahun 2021.

“Tidak berlebihan jika menyebut perekonomian kabupaten yang terkenal dengan icon “Bareh Solok” ini mulai pulih dari hantaman pandemi covid-19,” tambah Hilda.

Sejak 2018 Rasio Gini di Kabupaten Solok selalu mengalami penurunan dari tahun ke tahun bahkan di masa pandemi sekalipun.  Ini mengindikasikan bahwa pembangunan ekonomi Kabupaten Solok cukup inklusif, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati sebagian besar masyarakatnya.

“Pernyataan ini tergambar dari Rasio Gini Kabupaten Solok 2021 yang  hanya sebesar 0,246,” jelas Hilda.

Selain mengukur kuantitas output perekonomian, urai Hilda, pembangunan suatu daerah juga seyogyanya tidak mengabaikan kualitas pembangunan manusia.

Terdapat beberapa indikator pengukurannya seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) yang di Kabupaten Solok angkanya mengalami peningkatan pada 2021.

BACA JUGA  Kapolres Sijunjung Beri Santunan pada Pasutri Tuna Netra di Kamang Baru

Rasio Gini yang selalu mengalami perbaikan meskipun dihantam pandemi covid-19, demikian juga halnya dengan IPM yang senantiasa meningkat dari tahun ke tahun, dari 67,67 pada 2016 sudah menjadi 69,24 pada 2021.

“Ketiga unsur pembentuk IPM, yaitu umur harapan hidup, pendidikan dan pengeluran perkapita, juga mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya,” ujar Hilda.

Selain IPM secara umum, IPG juga seringkali menjadi rujukan indikator pembangunan. Meski perlahan, IPG di Kabupaten Solok secara konsisten mengalami peningkatan sedari 2018.

Di jelaskannya jika Dilihat dari struktur perekonomian Kabupaten Solok, sampai saat ini masih didominasi oleh Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang menyumbang sepertiga (33,48 persen) meskipun perannya semakin berkurang.

“Hasil Survei Angkatan Kerja 2021 mencatat 56,24 persen masyarakat Kabupaten Solok berusaha di sektor Pertanian,” jelas Hilda.

Meskipun secara total, output ekonomi lapangan usaha ini meningkat, namun, imbal hasil yang diterima oleh masyarakat yang berusaha di lapangan usaha tersebut untuk memenuhi kebutuhannya tergerus dengan semakin meningkatnya kenaikan harga-harga kebutuhan akibat inflasi. (Wewe)

Baca juga: Wagub Sapa Warga Piaman, Ajak Bersama Bantu Pulihkan Roda Ekonomi Sumbar

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakWako Sawahlunto; Takbiran Hanya di Masjid, Musala dan Rumah
Artikulli tjetërKembali Bus Sumbar – Jakarta Jadi Korban Pelemparan Batu di Tol Tran Sumatera