Pelaku Congkel Jok Motor, Beraksi di Tanah Datar Diciduk di Kota Solok

motor
Batusangkar, SuhaNews – Dua pelaku pencurian dengan modus congkel jok motor ditangkap Satuan Reskrim Polres Tanah Datar. Dua pelaku ini ditangkap di tempat berbeda, Kota Padang dan Kota Solok.

“Pelaku sudah beraksi di 10 lokasi di Tanah Datar,” ujar Wakapolres Tanah Datar Kompol Eridal, Jumat (24/7/2020) di Mapolres Tanah Datar di Batusangkar.

Kelompok pelaku, jelas Kompol Eridal, berjumlah 4 orang, dua orang masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai DPO. Identitas kedua pelaku-pun, telah dikantongi polisi.

Dua pelaku yang berhasil diamankan, jelas Wakapolres, adalah IN (47 tahun), diciduk di Kota Solok, serta SF (53 tahun), yang diciduk di Kota Padang. Keduanya kini sudah meringkuk di balik jeruji besi Mapolres Tanah Datar.

“Penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan korban seorang PNS,” jelas Kompol Eridal.

Korban kehilangan dompet berisi uang, emas serta HP, yang disimpan di dalam jok motor miliknya. Korban baru mengetahui menjadi korban pencurian ketika hendak berbelanja di sebuah swalayan di kota Batusangkar.

“Korban baru saja mengambil uang dari Bank Nagari sebesar Rp 4 juta. Uang tersebut diletakkan dalam jok motor miliknya. Di dalam jok mobil juga ada 30 gram emas serta satu unit HP,” ungkap Wakapolres Tanah Datar Kompol Eridal.

“Mereka telah melakukan aksinya sebanyak 10 kali di kota Batusangkar, sebanyak 5 kali  berhasil dan 5 gagal,” jelas Kompol Eridal.

Para pelaku, jelas Wakapolres, mengincar  nasabah bank. Total uang yang berhasil didapat pelaku selama menjalankan aksi mereka sejak Desember 2019 mencapai Rp 135.800.000,00.

Pengakuan pelaku, jelas Eridal, mereka sudah melakukan 10 kali aksinya di Batusangkar. Korbannya nasabah bank seluruhnya.  Mereka melakukan aksinya di parkiran BNI, BRI, Bank Nagari (BPD), dan depan ruko Mutia di jorong Parak Juar Batusangkar.

Dari penangkapan keduanya, polisi berhasil mengamankan barang bukti, berupa sejumlah uang, satu unit motor, dan dua unit mobil jenis minibus.

“Keduanya dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tandas Wakapolres Eridal.

reporter : Dajim editor : Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...