Pembelajaran Dimulai, Bukittinggi Lakukan Tes Swab Terhadap 2.000 Guru

225
bukittinggi
SuhaNews – Bukittinggi satu-satunya daerah dari 19 kabupaten/kota yang memilih new normal, sementara 18 kabupaten/kota lainnya memperpanjang PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) hingga 7 Juni 2020.

Bukan hanya itu, Bukittinggi juga sudah merancang pelaksanaan Proses belajar mengajar (PBM) dengan protokol kesehatan covid-19 dalam menyambut tahun pelajaran baru 2020/2021 yang direncaakan akan dimulai pada 13 Juli 2020.

“PBM akan dimulai kembali dengan beberapa aturan ketat,” ujar Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Rabu (3/6/2020) sebagaimana dilansir dari Padangkita.com.

Untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) kelas 1 dan kelas 2, jelas Ramlan, masih belajar di rumah. Kelas kelas 3 sampai kelas 6 SD, SMP kelas 7 sampai kelas 9, akan kita coba mulai pada Juli mendatang.

“Anak-anak PAUD, TK, SD kelas 1 dan 2, belajar di rumah dulu,” kata Ramlan Nurmatias.

Selama Juni 2020 ini, papar Ramlan Nurmatias, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bukittinggi melakukan persiapan dan koordinasi dengan seluruh kepala sekolah dan guru agar pembelajaran bisa dilaksanakan pada Juli mendatang.

Bukittinggi
Ramlan Nurmatias

“Seluruh guru, lebih kurang 2.000 orang akan di tes swab menjelang Juli 2020,” jelas Ramlan Nurmatias.

Tes swab ini untuk memastikan tidak ada guru yang terinfeksi covid-19, sehingga pembelajaran bisa dilaksanakan dengan aman dan nyaman.

“Pembelajaran dibagi menjadi dua shif, pagi dan siang, dan jam pembelajaran dibatasi hanya selama 3,5 jam/shif,” jelas Wali Kota.

Wali Kota Bukittinggi berharap komunikasi antara orang tua dan guru ditingkatkan. Sehingga bisa dipantau setiap saat kondisi anak-anak di sekolah.

Ramlan menegaskan bahwa standar penanganan Covid-19 tetap dilaksanakan. Warga wajib memakai masker dan rajin mencuci tangan. Pemko Bukittinggi juga akan melakukan penyemprotan disenfektan di seluruh sekolah.

“Orang tua diharapkan mengantarkan anaknya sampai ke pintu sekolah,” sekolah jelas Ramlan.

Setelah jam sekolah berakhir selama 3,5 jam, jelas Ramlan, pelajar diminta langsung pulang ke rumah, tidak ada salam dan cium tangan. Berbagai kebijakan ini akan tetap evaluasi.

Editor: Wewe      Sumber: Padangkita.com

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...