Pembelajaran Efektif Dengan Mapping Gallery di Kelas Ekonomi Kurikulum Merdeka
Oleh: Fitriany Febby Adiana Gustariny, Guru SMAN 2 Rambatan, Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat
Pembelajaran efektif adalah pembelajaran yang merujuk pada berbudaya dan berdaya hasil guna seluruh komponen pembelajaran yang diorganisir untuk mencapai tujuan pembelajaran yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dam keterampilan. Pembelajaran yang efektif ditentukan oleh proses dan hasil belajar. Semakin berhasil proses dan hasil belajar, maka pembelajaran semakin efektif

Guru SMAN 2 Rambatan, Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghasillkan pembelajaran yang efektif, yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran. Metode pembelajaran banyak ragamnya, namun tak ada metode pembelajaran yang sempurna, sehingga guru diperlukan untuk memvariasikan berbagai metode pembelajaran atau mengkombinasikannya, sehingga metode tersebut dapat saling melengkapi. Satu di antara metode pembelajaran hasil kombinasikan adalah metode Mapping Gallery. Metode pembelajaran Mapping Gallery adalah metode yang mengkombinasikan 2 buah metode pembelajaran, yaitu Metode Mind Mapping dan Metode Gallery Walk.
Metode Mind Mapping adalah suatu metode pembelajaran dengan membuat peta konsep (peta pikiran) dari materi yang akan dibahas Sementara itu metode pembelajaran Gallery Walk merupakan salah satu metode pembelajaran dari model active leraning yang berbentuk pameran karya yang menghendaki aktivitas-aktivitas siswa di dalamnya.
Metode Mind Mapping memiliki banyak keunggulan, namun metode ini juga memiliki kelemahan, di mana hanya siswa yang aktif yang terlibat, atau dengan kata lain tidak sepenuhnya siswa aktif dalam pembelajaran dengan metode ini. Demikian juga halnya dengan Metode Gallery Walk memiliki banyak keunggulan, namun juga memiliki banyak kelemahan, seperti membutuhkan sarana prasarana, membutuhkan tenaga ekstra, baik fisik maupun pemikiran, membutuhkan waktu yang lama, tidak semua materi dapat diterapkan, setting kelas yang lebih rumit, dan masih banyak kelemahan lainnya.
Berdasarkan uraian di atas, maka dengan mengkombinasikan Mind Mapping dengan Gallery Walk, diharapkan kelemahan-kelemahan dari masing-masing metode dapat diatasi. Metode Mapping Gallery di sini dimaksudkan metode pembelajaran yang mengedepankan pembuatan mind map (peta pikiran) kemudian mind map ini dipamerkan. Sehingga kelemahan dari metode Gallery Walk yang tadinya membutuhkan sarana parasarana, waktu yang lama, tenaga ekstra, setting kelas dapat teratasi, karena dengan cara yang dipamerkan hanya berupa mind map tidaklah rumit, dan mind map yang dipamerkan sesuai dengan materi yang dibahas.
Tahap awal pada pembelajaran dengan Mapping Gallery siswa diberikan kesempatan secara individual untuk mengeluarkan ide sebaik mungkin untuk dituangkan dalam skesta mind map dalam bentuk materi esensial ekonomi yang akan dibahas, kemudian mereka bergabung pada kelompok masing-masing untuk mengajukan sketsa terbaik mereka dengan memberikan argumen kepada kelompok, kemudian kelompok tersebut akan mendiskusikan skesta seperti apa yang akan mereka tuangkan untuk pameran.
Pilihan tergantung keputusan kelompok apakah memilih salah satu karya atau menggabungkanya dalam bentuk karya yang baru. Keputusan yang telah dipilih tidak lagi menjadi milik perorangan, tetapi milik kelompok. Tujuannya untuk menghasilkan karya terbaik untuk pameran dan presentasi. Demi mencapai hasil terbaik mereka belajar bekerja keras mengeluarkan ide terbaik, belajar berargumen, belajar sportif mengakui kelebihan karya teman, belajar menghargai keputusan bersama, belajar bekerja sama membuat karya, belajar pameran karya, dan presentasi karya.
Berdasarkan uraian tersebut di atas terlihat bahwa pembelajaran ekonomi dengan Mapping Gallery dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran pada kurikulum merdeka. Pembelajaran ekonomi dengan Mapping Gallery mampu mengakomodir hal-hal yang tekait dengan pengembangan aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Hal ini sesuai sebagaimana yang tertuang dalam permendikbud tentang kurikulum merdeka, bahwa kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dengan konten yang lebih optimal sehingga peserta didik memiliki waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi soft skill dan karakter, fokus pada materi esensial, dan pembelajaran yang fleksibel.
Baca Juga :



Facebook Comments