Pengrajin Batik Kota Pariaman Bentuk Koperasi ‘Pesona Minang’

peng
Pariaman, SuhaNews – Dalam upaya mempermudah dan meringankan biaya membeli bahan baku produksi, sebanyak 20 pengrajin batik yang berasal dari dua kelompok usaha membentuk koperasi yang diberi nama ‘Pesona Minang’ 

“Pada 2021 ini, Akta notaris pendiriannya sudah keluar badan hukum koperasinya dari kementerian,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Selasa (27/01/21) sebagaimana dirilis MC Kota Pariaman.

Koperasi ini  tidak saja mempermudah dan meringankan biaya membeli bahan baku, dan tetapi juga memiliki usaha lainnya dalam meningkatkan perekonomian mereka.

Selain itu dengan adanya koperasi akan mempermudah pemerintah memberikan bantuan dari dana APBD.

Ia menyampaikan, koperasi pengrajin sudah lama terbentuk di Pariaman, namun bidang usahanya baru bordir dan sulaman.

Sedangkan untuk koperasi batik baru pertama kali karena selama ini bidang usaha ini mati suri, dan baru dimulai pembinaan oleh pemerintah setempat pada 2019.

“Setelah berkembang kami dorong pembentukan koperasinya pada 2020,” katanya.

Pihaknya juga akan terus menambah jumlah pengrajin batik di Pariaman dengan melaksanakan pelatihan yang tujuannya untuk membentuk sentra batik di Kecamatan Pariaman Selatan.

Setidaknya saat ini ada 60 warga Pariaman Selatan mengikuti pelatihan batik tulis dengan harapan terbentuk 12 kelompok yang nantinya juga mendirikan koperasi.

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) menargetkan membentuk sentra batik di Kecamatan Pariaman Selatan pada 2023.

“Untuk mewujudkannya, saat ini telah ada 20 pengrajin batik yang terdiri dari dua kelompok, sekarang peserta pelatihan batik tulis ada 60 orang,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit usai pembukaan Pendidikan dan Pelatihan 3 in 1 Batik Tulis Angkatan IV di Pariaman.

Ia mengatakan, untuk mencapai target tersebut Pemkot Pariaman telah menjalin kerjasama dengan Balai Diklat Industri (BDI) Padang untuk melatih 80 warga di daerah itu agar bisa membatik yang pelatihannya dilaksanakan pada 2019.

Dari 80 warga yang mengikuti pelatihan tersebut hanya 20 orang yang bertahan dan membuat dua kelompok usaha yang produknya tidak saja dipasarkan di Sumbar namun juga ke luar provinsi itu. (*)

Baca juga:

 

Facebook Comments

BACA JUGA  Batik Batu Laweh Tanjung Paku Dilaunching Pjs Wako Solok
loading...