Payakumbuh, SuhaNews | Dalam rangka memperkuat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, Kota Payakumbuh Gelar Gebyar PAUD se-Kota Payakumbuh, Sabtu (22/8/2026) di halaman Balai Kota Payakumbuh.
Kegiatan ini dirangkai dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu diikuti hampir 9.000 peserta, yang terdiri atas 3.280 murid PAUD, 173 tenaga pendidik, serta orang tua dan unsur masyarakat lainnya.
Baca juga: Padang Pariaman Gelar Peringatan Gebyar Hari Anak Nasional
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Kota Rida Ananda mengatakan masa usia dini merupakan periode penting dalam membentuk karakter, kemandirian, kemampuan sosial, dan kesiapan anak memasuki pendidikan dasar.
“Anak-anak harus mendapatkan kasih sayang, perlindungan, pemenuhan hak, serta dukungan penuh untuk mengembangkan potensinya. Ini adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, dan keluarga,” kata Rida.
Penguatan PAUD, jelas Rida, tidak hanya berkaitan dengan akses pendidikan, tetapi juga pembentukan lingkungan tumbuh kembang anak yang sehat dan aman.
Rida Ananda mengingatkan orang tua agar membatasi penggunaan gawai pada anak. Penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko paparan konten negatif dan perundungan siber serta mengurangi kesempatan anak untuk bermain dan berinteraksi secara langsung.
“Anak-anak perlu diberikan ruang yang cukup untuk bermain, belajar, dan berinteraksi secara langsung agar tumbuh kembang mereka berlangsung secara optimal,” ujar Rida Ananda.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Payakumbuh Ny. Eni Zulmaeta mengatakan layanan pendidikan prasekolah merupakan bagian penting dari pemenuhan hak anak sekaligus fondasi menuju pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun.
Ia mengajak seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan PAUD, seperti HIMPAUDI, IGTKI-PGRI, PKG PAUD, dan Gugus PAUD, memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu dan inklusif.
“Kita ingin memastikan tidak ada anak di Payakumbuh yang kehilangan kesempatan mengenyam PAUD sebelum masuk SD. Pemenuhan hak anak, termasuk kesehatan, gizi seimbang, dan pencegahan stunting, merupakan langkah awal kita menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” kata Eni.
Ketua Pelaksana Gebyar PAUD Elfriza Zaharman mengatakan jika kegiatan tersebut dikemas melalui berbagai aktivitas edukatif dan interaktif untuk melibatkan anak, pendidik, serta orang tua.
Rangkaian kegiatan antara lain jalan santai, senam bersama, unjuk bakat siswa, serta lomba tarik tambang yang mempertemukan guru dan orang tua.
“Melalui suasana yang menyenangkan ini, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, serta nilai-nilai nasionalisme sejak dini. Keterlibatan aktif orang tua dalam acara ini sekaligus memperkuat kemitraan antara keluarga dan satuan pendidikan,” kata perempuan yang akrab disapa Chece itu. (*)





Facebook Comments