Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, 150 Warga Payakumbuh Ikuti Pelatihan

Payakumbuh, SuhaNews | Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman membuka Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Rabu (1/7/2026) di Aula Peternakan Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dalam membangun masyarakat yang tangguh, siap, dan responsif menghadapi berbagai ancaman bencana.

Baca juga: Mitigasi Risiko Kecelakaan Jalur Padang Panjang–Bukittinggi, Wabup Ahmad Fadly koordinasi ke Dishub Sumbar

Pelatihan dilaksanakan dalam tiga angkatan dan diikuti 150 peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader Posyandu, relawan kemanusiaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi pencinta alam, hingga Kelompok Siaga Bencana (KSB).

“Peningkatan kapasitas masyarakat merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana, baik bencana alam maupun nonalam,” ujar Wakil Wali Kota Elzadaswarman.

Kita semua menyadari bahwa wilayah Indonesia, termasuk Kota Payakumbuh, memiliki potensi risiko bencana yang cukup tinggi, baik alam maupun nonalam.

“Pemerintah Kota Payakumbuh tetap mendorong penguatan kesiapsiagaan masyarakat karena penanggulangan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” ujar Wakil Wali Kota Elzadaswarman.

Pelatihan ini, jelas Elzadaswarman, merupakan langkah yang sangat strategis dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh, sigap, dan mampu berperan aktif dalam upaya pencegahan serta mitigasi bencana.

“Kita berharap melalui pelatihan ini para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing,” kata Elzadaswarman.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh Devitra mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanggulangan bencana.

BACA JUGA  HDM Bukittinggi Teguhkan Komitmen Dakwah Menuju Kemaslahatan Umat

Bencana a“Pelatihan dilaksanakan dalam tiga angkatan. Angkatan pertama pada 1–2 Juli 2026 diikuti kader Posyandu se-Kota Payakumbuh, angkatan kedua pada 6–7 Juli 2026 diikuti unsur PMI, ORARI, RAPI, TAGANA, Pemuda Pancasila, serta organisasi pencinta alam,” jelas Devitra.

Adapun angkatan ketiga pada 8–9 Juli 2026 diikuti Kelompok Siaga Bencana se-Kota Payakumbuh. Masing-masing angkatan diikuti 50 peserta sehingga total peserta mencapai 150 orang.

“Kami berharap melalui kegiatan ini seluruh peserta dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, sekaligus mampu menjadi garda terdepan di lingkungan masing-masing dalam upaya pengurangan risiko bencana,” ujar Devitra. (*)

Baca juga: Kerjasama UPER dan BMKG, Antisipasi Megathrust: Tips Mitigasi Bencana dari Para Ahli

Facebook Comments

Google News