Puncak Silaiang Indah Belantara yang Berubah Menjadi Surga Wisata

Puncak Silaiang Indah Belantara yang Berubah Menjadi Surga Wisata
SuhaNews,– Setelah beberapa jam mereka menceritakan kisah hidupnya, saatnya saya menguak kembali cerita mereka tentang Puncak Silaiang Indah.

Saya kembali meneguk kopi panas yang disuguhkan Tuti. Hari yang mulai beranjak siang. Terik matahari semakin menerangi pemandangan yang saya lihat dari depan pondok tempat saya dan pasangan suami istri itu bercerita.

Di rentang waktu 2014-2016, Majen bersama Tuti dan anaknya, mulai bersemangat untuk membuka lahan hutan di belakang rumahnya. Saat itu, tidak pernah terlintas di benaknya untuk menjadikan lahan yang dulunya hutan itu dijadikan destinasi wisata. Hutan belantara yang menjadi habitat hewan liar. Hanya itu yang menjadi alasan Majen untuk menggarap dan membuka lahan itu.

Dengan alat yang seadanya, tanpa menggunakan alat berat, mereka mulai sedikit demi sedikit membersihkan semak belukar. Hari demi hari, mereka menggarap lahan itu. Sepulang Majen bekerja, dia mangajak anak-anaknya untuk membersihkan lahan tersebut. Sampai akhirnya, lahan itu dipergunakan Majen untuk berladang.

Bertahun-tahun Majen dan keluarga mengelola lahan hutan yang luasnya sekira 1 Ha itu. Majen hanya mengandalkan biaya pribadi, dan tenaga dari anggota keluarga saja. Dari awal dia tidak pernah meminta bantuan biaya apapun dari orang lain. Dia mengaku, melakukan ini memang atas kemauan dia sendiri. Inipun menjadi wadah baginya dan keluarga untuk kebersamaan dan mengajarkan anak-anak menjadi pekerja keras.

“Hidup kami ko sarupo jo batang aia, meskipun ado pasang suruiknyo, nan aia tetap mangalia. Bagito pulo hidup kami, susah sanang tetap kami jalani,” ucap Majen sambil tersenyum sembari menatap mata istrinya.

Hutan belantara yang dulunya menjadi ketakutan bagi Majen dan keluarga, kini perlahan-lahan berubah menjadi lahan bermain bagi santri Tuti yang semakin bertambah.

BACA JUGA  Desa Wisata Kubu Gadang Kembali Menggeliat

Sinar matahari mulai menembus celah-celah ranting pohon dan menerangi lahan tersebut. Sampai di satu sore, Majen menikmati keindahan sinar matahari terbenam dari lahan hutan yang dibukanya itu. Senja yang sangat indah. Spontan Majen mangabadikan momen tersebut dengan menggunakan handphone.

Majen sangat menikmati apa yang dia saksikan. Keringat Majen pun terbayar setalah dia tahu ada keindahan yang dia temukan.

Pada 13 Maret 2016, momen yang abadikannya dengan kamera handphone tersebut, dipostingankannya di akun Facebook pribadinya. Dengan menuliskan, “Pesona Puncak Silaing Indah”.

Itulah awal mula Majen dan istri menamakan tempat itu “Puncak Silaing Indah”. Pada saat itu, masih banyak orang yang tidak tahu dengan tempat tersebut. Karena memang tempat itu digarap hanya untuk Majen dan keluarga.

Hampir setiap hari Majen mengabdikan keindahan yang ada di sana. Sampai waktu itu tiba. Ada seorang jurnalis yang tertarik dengan kawasan tersebut. Dan menerbitkannya di sebuah media cetak dengan judul “Objek Wisata Baru di Padang Panjang”.

Selang beberapa waktu, warga komplek satu persatu mulai berkunjung ke sana. Yang dulunya tidak pernah berkunjung lantaran kawasan itu masih hutan belantara, kini mulai merasakan sensasi keindahannya dari ketinggian.

Kawasan yang sangat menakjubkan. Lahan lepas yang kini menjadi surga kecil di ketinggian Silaiang. Mereka dapat menyaksikan indahnya asiktektur Jembatan Kembar, hamparan hujau Gunung Singgalang Tandikek, dan momen matahari terbenam dari situ. Dari sanalah, Majen dan Tuti bersepakat untuk mengelola Puncak Silaiang Indah menjadi destinasi wisata edukasi.

Semua kisah pasangan suami istri ini, dari mulai pembukaan lahan, sampai akhirnya tercipta kawasan yang kita kenal Puncak Silaiang Indah ini, dituangkan Majen dalam suatu film pendek dokumenter berjudul “Lentera”. Film yang diproduksi dari kumpulan dokumentasi Majen dan Tuti.

BACA JUGA  Polres Dharmasraya Tangkap 2 Pelaku Narkoba Didua Tempat Berbeda

Pada 2020, di lomba Hari Jadi Kota (HJK) Padang Panjang ke-230, film ini masuk dalam dua nominasi. Yang pertama juara 3 kategori telusur umum dan 5 besar di kategori umum.

Tidak hanya itu, Puncak Silaiang Indah –nama yang selalu disebut Majen dan keluaraganya–, juga pernah mendapat juara saat lomba Hias Kampung se-Kota Padang Panjang di HJK ke-229 tahun 2019. Dan saat itu juga, komplek yang dulu bernama Perumnas 1 itu, kini berubah dan diresmikan menjadi Komplek Silaiang Indah.

Kisah yang sangat menarik sekali di balik pesona Puncak Silaing Indah. Siapa sangka, kawasan yang dulunya hutan belantara itu, kini berubah menjadi kawasan wisata yang indah di Kota Padang Panjang.

Tentu saja semua tidak luput dari perjuangan pasangan suami istri ini. Banyak pelajaran yang saya dapat dari kisah mereka. Kerja keras, kesabaran, keikhlasan. Dan yang paling penting, keyakinan kita kepada kuasa Allah.

Semua yang dimulai Majen dan Tuti dengan keringat, telah berbuah hasil yang manis. Pesona keindahan alam yang saat ini kita kenal sebagai Puncak Silaiang Indah. Rel

Baca juga :

Facebook Comments

loading...