spot_img

Rendahnya Pemahaman Agama, Tanah Datar Adakan Seminar Implementasi ABS SBK

Batusangkar, Suhanews— Bertempat di Gedung Maharajo Dirajo pada Jum’at 8 Desember 2023 dieselenggarakan Seminar membahas sikap masyarakat Minangkabau dalam menerapkan ABS SBK Syarak Mangato, Adat Mamakai, Alam Takambang Jadi Guru. Rendahnya Pemahaman Agama, Tanah Datar Adakan Seminar Implementasi ABS SBK

Berbagai tokoh hadir dalam acara tersebut, termasuk para akademisi, anggota DPR RI, serta pengurus Bundo Kanduang dari berbagai daerah. rendah rendah rendah 

IMG 20231209 WA0010

Dalam sambutannya, Ketua LKAAM Kabupaten Tanah Datar Aresno Dt Andomo menyampaikan keprihatinannya terhadap rendahnya pemahaman akan ajaran agama, terutama kurangnya kemampuan membaca Alquran di kalangan masyarakat Minangkabau.

Buya Dr. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag., Dt. Palimo Basa dari MUI Sumbar, menyoroti masalah tidak efektifnya implementasi ABS SBK dengan menunjukkan indikator seperti peningkatan buta huruf Alquran, kasus hamil diluar nikah, perceraian, LGBT, dan penyalahgunaan narkoba.

Kendala utamanya adalah kesepakatan yang belum tercapai dalam implementasi serta pemahaman yang berbeda terkait adat basandi syarak syarak basandi Kitabullah. Hilangnya semangat untuk mendorong kebaikan (al-amru bi al-ma’rûf wa al-nahyu ‘an al-munkar) dan hilangnya wilayah hisbah menjadi faktor utama kelemahan ini.

Dirwan Ahmad Darwis dari Minangkabau Diaspora Network-Global menyatakan bahwa terjadi ketimpangan pemikiran dalam masyarakat Minangkabau modern. Adat budaya lokal terpinggirkan dan tidak sejalan dengan ajaran agama.

Generasi muda cenderung kurang mengenal adat dan budaya, lebih condong pada budaya Barat dan Arab. Hal ini juga terjadi pada sebagian orang tua.

Terkait penurunan moral, seperti kenakalan remaja, judi online, pelacuran, dan sebagainya, menjadi persoalan serius di Minangkabau.

Ketergerusan moral ini berkaitan erat dengan kurangnya pemahaman dan pengetahuan akan ABS-SBK. Masyarakat umum hanya memiliki pemahaman sekilas atau hanya sebatas slogan tentang ABS-SBK tanpa pemahaman mendalam.

BACA JUGA  Hari Guru, PGRI Kab. Solok gelar Seminar

Bahkan, ABS-SBK seringkali tidak dipahami sebagai pondasi dari jati diri, melainkan hanya sebagai identitas semata. Ada juga permasalahan bahasa, di mana bahasa Minangkabau diklaim termasuk dalam bahasa yang terancam punah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman akan bahasa dalam mempertahankan identitas suatu bangsa.

Baca juga:

Facebook Comments

Google News