Rooney Kesal dengan Pemotongan Gaji Pemain Liga Inggris

Rooney Kesal dengan Pemotongan Gaji Pemain Liga Inggris
Wayne Rooney kurang setuju dengan pemotongan gaji pemain
SuhaNews – Pandemi virus corona membuat kompetisi terhenti. Pemasukan klub menjadi seret. Klub-klub di Liga Spanyol memotong gaji pemainnya untuk menutupi kebutuhan klub. Begitu juga dengan peserta Liga Serie A Italia. Barcelona, Juventus, atau Atletico Madrid memotong gaji pemainnya.

Berbeda dengan klub-klub di Premier League, seperti Tottenham Hotspur, Newcastle United, Norwich City, yang memangkas gaji staf non-sepakbola dan merumahkan mereka. Sementara gaji pemain belum dipotong.

Desakan untuk memotong gaji pemain Liga Inggris muncul ke permukaan. Publik Inggris mendesak agar pemain menerima pemotongan gaji. Mantan pemain MU, Wayne Rooney kesal karena pesepakbola tiba-tiba disorot soal ini.

Terhentinya kompetisi karena virus corona membuat klub-klub Liga Inggris menanggung beban finansial yang besar karena berkurangnya pemasukan. Pemasukan dari penjualan tiket tidak ada lagi. Begitu juga dengan sponsor yang menurun.

Desakan agar pemain ikut berkontribusi pun muncul. Salah satunya dari Sekretaris Bidang Kesehatan Inggris, Matt Hancock. Rooney sebenarnya tak keberatan jika harus memberi kontribusi secara finansial atau memberikan donasi kepada tenaga medis. Mantan pemain Manchester United itu cuma merasa tekanan publik yang diarahkan ke pemain soal pemotongan gaji tidak tepat.

“Kalau pemerintah mendekati saya untuk membantu mendukung perawat secara finansial atau membeli ventilator, dengan bangga saya akan melakukannya, selama saya tahu ke mana uangnya pergi,” Rooney menulis dalam kolomnya di Sunday Times seperti dikutip Mirror.

“Saya dalam posisi di mana saya bisa memberikan sesuatu. Tidak setiap pesepakbola ada dalam posisi yang sama. Tapi tiba-tiba profesi ini jadi sorotan dengan tuntutan pemotongan gaji 30%. Kenapa tiba-tiba pesepakbola jadi kambing hitam?”

“Beberapa hari terakhir ini memalukan. Pertama, Sekretaris Bidang Kesehatan Inggris, Matt Hancock, mengatakan kalau pemain Premier League harus dipotong gajinya,” lanjutnya.

BACA JUGA  Barcelona Pecat Valverde, Setien Jadi Pelatih Baru

“Dia seharusnya memberi kabar terbaru soal krisis terbesar yang dihadapi negara ini. Kenapa gaji pesepakbola ada dalam kepalanya? Seputus asa itukah dia untuk mengalihkan perhatian dari cara pemerintah menangani pandemi ini?”

Rooney juga mempertanyakan sikap Premier League yang meminta para pemain untuk menerima pemotongan gaji sebesar 30%.

“Rasanya aneh buat saya karena keputusan lain dalam proses ini ditutupi, tapi yang ini harus diumumkan secara terbuka,” ucap Rooney.

Rooney melihat tindakan ini seperti untuk mempermalukan pemain. Mereka harus membayar tagihan atas pemasukan yang hilang. Ini bukan situasi yang menguntungkan sama sekali bagi pemain.

Sumber: detik.com

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaSatpol PP Kota Padang Amankan Remaja Keluyuran Hingga Tengah Malam
Artikel berikutnyaCegah Covid-19, Bupati Solok dan Ketua PMI Manfaatkan Radio