Sambut Idul Fitri 1442 H, Wabup Solok Pimpin Diskusi Politik

idul
Arosuka, SuhaNews – Wakil Bupati Solok Jon F Pandu memimpin diskusi politik dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 M, Senin, 10 Mei 2021di Guest Hause Arosuka.

Diskusi diikuti oleh Wakil Bupati Solok Jon F Pandu, Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, Dandim O309/Solok Letkol Reno Triambodo, Wakil Ketua DPRD Ivoni Munir,S.Farm,Apt.,Kajari Solok, Ka.Kemenag Drs.H.Alizar Chan,M,Ag., Para Asisten dan Kepala OPD, Tokoh Agama dan Pimpinan Ormas Islam se-Kabupaten Solok.

Baca juga: Salat Idul Fitri di Lapangan dan Masjid Hanya Zona Hijau dan Kuning

“Ini Diskusi Politik perdana sejak saya dan Bupati Solok dilantik menjadi bupati /wakil Bupati Solok pada 26 April 2021,” ujar Wakil Bupati Jon Firman Pandu.

“Semoga melalui forum diskusi ini akan bersama-sama merumuskan dan mengambil keputusan penyambutan hari Raya idul fitri 1442 H,” jelas Jon Firman Pandu.

Semua stakekholder diharapkan ikut memerangi covid 19. Berdasarkan edaran Mentri Agama dan edaran Gubernur  Sumbar bahwa setiap daerah yang berada pada zona orange dan merah dilarang melaksanakan shalat Idul Fitri.

“Saat menjalankan ibadah Idul Fitri diharapkan semuanya tetap menerapkan protokol kesehatan,” harap Wabup Jon Firman Pandu.

Kapolres Solok Arosuka AKBP Azhar Nugroho menjelaskan bahwa perkembangan covid 19 di Sumatera Barat khususnya kabupaten Solok masih sangat menghawatirkan. Kabupaten Solok masih berada dalam zona Orange.

“Berdasarkan hasil laporan satgas, Zona merah ada di Kubung dan Talang,” jelas AKBP Azhar Nugroho.

Sementara Dandim/0309 Solok Letkol Reno Triambodo mengatakan bahwa surat edaran gubernur  harus ditindaklanjuti juga dengan surat edaran Bupati Solok.

“OPD diharapkan bisa memetakan wilayah Kabupaten Solok yang masuk zona orange, merah dan kuning,” jelas Letkol Reno Triambodo.

BACA JUGA  Polda Sumbar Himbau Masyarakat Tak Gelar Takbir Keliling

Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi menjelaskan bahwa Polres Solok Kota  membawahi 5 Kecamatan. Setidaknya ada empat nagari yang menjadi zona merah yaitu Singkarak, Sulit Air, Muara Panas dan Sumani.

“Selain operasi yustisi, untuk pelanggar prokes diberikan denda,” ujar AKBP Ferry Suwandi.

Ormas Islam, tambah Kapolres, diharapkan turut membantu dalam menegakkan disiplin masyarakat  dalam mematuhi protokol kesehatan.

Ormas Islam yang mengikuti forum diskusi ini menyarankan untuk tetap melaksanakan shalat Idul Fitri dengan memperbanyak tempat-tempat shalat,  untuk menghindari penumpukan jamaah, meniadakan takbir  keliling, mematuhi protokol kesehatan dengan menyiapkan petugas dan tempat cuci tangan dan Khatib untuk memberikan Khotbah tidak lebih dari 20 menit. (Wewe)

Baca juga: Sambut Idul Fitri, Polres Agam Bentuk 10 Unit Pos Operasi Ketupat Singgalang 2021

Facebook Comments

loading...