Sambut Tahun Baru Islam, Wabup Tanah Datar: Jaga Selalu Silaturrahmi

tah
Wabup Tanah Datar hadiri wirid pengajjian di Tepi Selo, Lintau Buo
Lintau Buo, SUhaNews – Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma didampingi istri Ny. Retri Zuldafri menghadiri wirid pengajian dalam rangka peringatan tahun baru hijriyah 1 Muharram 1442 H di Jorong Mudik Lindan, Nagari Tapi Selo, Kecamatan Lintau Buo Utara, Jumat (21/8/2020) malam. 

Masyarakat diharapkan selalu menjaga silaturrahmi, kekompakan dan melestarikan tradisi yang baik ini,” ujjar Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma dalam wirid yang digelar di salah satu rumah warga ini.

Kegiatan wirid ini diawali dengan siraman rohani oleh Ustadz Aulia Rijal. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan penyampaian aspirasi dari jamaah untuk kemajuan nagari Tapi Selo.

“Kegiatan wirid, yang menghadirkan ustazd dalam menggali ilmu agama dan menjalin silaturahmi ini perlu digelar secara rutin,” ujar Wabup Zuldafri.

Sering mendengar ceramah agama, jelas Zuldafri Darma, bisa membersihkan hati. Belajar agama itu obat sekaligus kekuatan kita. Ini adalah kegiatan positif. Ke depan acara wirid ini perlu menghadirkan anak kemenakan  sebagai bekal menatap masa depan yang lebih baik,” kata Zuldafri.

“Peliharalah silaturahmi, sebab dengan silaturahmi kita akan bahagia, hati menjadi bersih dan dosa-dosa diampuni,” tambah Wabup.

Wabup juga mengingatkan jika dengan silaturahmi persatuan masyarakat akan tetap kuat dan terjaga. Apalagi menjelang digelarnya pemilihan kepala daerah, ia berharap jangan sampai ada perpecahan di masyarakat karena perbedaan pilihan.

Sementara Darmawis Malin Panjang, tokoh masyarakat Tapi Selo,mengatakan bahwa kegiatan seperti ini rutin dilakukan masyarakat Tepi Selo dan umumnya Lintau. Ini salah satu upaya untuk selalu menjaga silaturrahmi.

“Kami masyarakat Tepi Selo bangga dan berterima kasih karena kegiatan ini dihadiri wakil bupati walaupun dalam kondisi hujan,” jelas Darmawis.

Sementara itu ustad Aulia Rijal dalam tausyiahnya menekankan perlu adanya semangat baru menyambut tahun baru hijriyah untuk hidup yang lebih baik.

“Peristiwa hijrah nabi, adalah peristiwa pada orang terpilih, waktu terpilih dan cara yang terpilih juga. Untuk itu bisa diambil hikmahnya dari peristiwa hijrah ini,” ucapnya.

“Silsilah atau ranji Nabi Muhammad harus diketahui sebagai bentuk cinta kepada rasul, ulama menyakini sepakat ranji nabi Muhammad adalah orang-orang yang terjaga ketauhidannya,” kata Aulia Rijal.

Sebagai orang Minangkabau, tutur Aulia, ranji keluarga juga harus diketahui karenaakan membuka luas kekeluargaan dan ikatan silaturahmi.

Raporter: Dajim      Editor: Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...