Sekda Kab Solok, Medison: Ada 820 Formasi P3K Tahun 2023

Arosuka, SuhaNews – Sekda Kabupaten Solok,  Medison menginformasikan bahwa pada  tahun 2023 ini akan ada formasi P3K untuk pengangkatan tahun 2023 di sektor Kesehatan 315 orang, Pendidikan 405 orang, Tenaga Teknis sekitar 100 orang. Tes akan diadakan oleh BKN dengan mekanisme CAT (Computer Assisted Test).

“Mari kita persiapkan diri untuk penerimaan 820 P3K formasi 2023 ini,” ujar Medison dalam Rapat Evaluasi Pengendalian Kegiatan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Solok Tahun 2023, Rabu, 29 Maret 2023 di Gedung Solinda Arosuka.

Baca juga: Terkait Guru Honorer Tak Masuk Formasi P3K, LaNyalla Temui Khofifah

Rapat evaluasi ini diikuti oleh Asisten I Drs. Syahrial, MM., Asisten II Deni Prihatni, ST, MT., Asisten III Editiawarman, S. Sos, M. Si., Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Camat, KPA, PPTK.

Asisten II Deni Prihatni melaporkan bahwa kegiatan pada tahun 2023 di APBD awal berjumlah Rp1.274.731.563.337. Sementara realisasi fisik dan keuangan sampai dengan 28 Februari 2023 berjumlah Rp84.640.449.698, (6.64 %) untuk realisasi keuangan dan 13,16 % untuk fisik.

“Berdasarkan rekap awal, jumlah paket pengadaan barang/jasa di atas Rp50 juta TA 2023 sebanyak 956 paket, jumlah paket tender TA 2023 sebanyak 37 paket, dan seluruh paket tender tersebut merupakan proyek strategis Pemerintah,” ujar Deni Prihatni.

Deni Prihatni  berrharap kepala SKPD supaya menyusun langkah-langkah strategis dalam mempercepat pelaksanaan kegiatan pembangunan dan segera menyusun proses Pengadaan Barang/Jasa sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Sekretaris Daerah Medison mengatakan bahwa rapat ini merupakan evaluasi perjalanan kita selama Tahun Anggaran 2022 dan langkah untuk memulai Tahun Anggaran 2023.

medison“Pada tahun 2022, capain fisik menumpuk di akhir tahun karena terjadi akumulasi pengadaan barang/jasa yang berasal dari APBD Awal dan ABPD Perubahan sehingga akibatnya berdampak pada fluktuasi pencairan keuangan,” jelas Medison.

BACA JUGA  Sekdakab Solok, Medison Jadi Inspektur Upacara Peringatan HUT KORPRI

Kecepatan pelaksanaan kegiatan fisik, jelas Medison, tidak diimbangi dengan pelaksanaan administrasi keuangan pada tahun 2022 sehingga menimbulkan selisih terhadap realisasi kegiatan fisik dan keuangan mencapai 10%.

“Realisasi belanja TKDN namun belum diinput ke Aplikasi Belanja Barang dan Jasa,” tambah Medison.

Sekda berharap pada Tahun 2023 ini pekerjaan yang harus dimulai pada awal tahun harus segera dilaksanakan dan tidak ada penundaan sehingga tidak lagi menumpuk pada akhir tahun. (Wewe)

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Pegawai, Tanah Datar Seleksi Formasi P3K Tenaga Kesehatan

Facebook Comments

Google News