Sepekan Terakhir, 303 Pelanggar PSBB Ditindak Polres Payakumbuh

236
lang
SuhaNews. Sepekan terakhir, Polres Payakumbuh bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah mengamankan sebanyak 303 orang pelanggar pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sejak Jum’at (8/5) hingga Kamis (14/5).

Dilansir oleh Tribratanews, Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan, S.Ik melalui Kabag Ops Kompol Bresman Simanjuntak menyebutkan, pelanggar PSBB yang diamankan kebanyakan adalah warga yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah dan tidak patuhi social atau physical distancing.

Para pelanggar PSBB tersebut diamankan di Polres Payakumbuh dan Polsek-Polsek jajaran, lalu dilakukan pemeriksaan dengan sangkaan tindak pidana di bidang kekarantinaan kesehatan sebagaimana diatur dalam pasal 93 Jo Pasal 15 ayat 2 huruf b, UU RI No.6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak 100 juta rupiah.

“Kemudian, pelanggar PSBB tersebut baru dipulangkan setelah membuat pernyataan dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi,” terang Kabag Ops.

Sementara, Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan didampingi Kabag Ops, Kasatpol PP Kota Payakumbuh Devitra dan Tim gabungan Gugus Tugas yang terdiri dari Dinas Perhubungan dan Kodim 0306/50 Kota, pada Jumat (15/5) sore melakukan pemantauan efektifitas penertiban PSBB di depan Posko Induk Tanggap Darurat Covid di Jl. Jenderal Sudirman.

Berita Terkait : Polres Payakumbuh Amankan Puluhan Warga Tak Pakai Masker

Berdasarkan hasil pemantauan selama kurang lebih 45 menit menjelang buka puasa, tim gabungan tidak menemukan satupun pengedara motor maupun mobil yang tidak menggunakan masker.

“Sambil evaluasi, kita tadinya akan melakukan penertiban saat itu, tapi tidak menemukan warga yang tidak menggunakan masker,” kata Kapolres.

Dikatakan, untuk membuktikan hal tersebut pihaknya melakukan evaluasi penertiban PSBB dengan menayangkan secara langsung pada akun instagram Polres Payakumbuh (polres.payakumbuh), dalam siaran tersebut mendapatkan tanggapan positif dari nitizen.

Pendapat Kapolres tersebut dibenarkan oleh Kasatpol PP Kota Payakumbuh Devitra, yang saat itu ikut juga menyaksikan peningkatan ketaatan warga, dimana semua pengendara motor dan mobil semuanya sudah menggunakan masker.

Usai melakukan evaluasi, Kapolres Payakumbuh mengatakan kepada tim gabungan yang hadir saat itu, bahwa tim gabungan (Gugus Tugas Payakumbuh) harus bersyukur karena upaya penertiban PSBB membuahkan hasil yang cukup signifikan dan sudah mulai ditaati oleh warga.

“Bisa dikatakan penindakan yang dilakukan sudah memberikan efek jera kepada masyarakat. Tidak gampang melakukan hal ini. Ini adalah hasil kerja kita bersama yang kita lakukan secara konsisten,“ ucap AKBP Dony Setiawan.

Meski demikian, Kapolres mengatakan jajarannya bersama gugus tugas akan terus mengevaluasi penerapan PSBB dan tetap mengupayakan penertiban untuk menjamin warga mentaati protokol kesehatan sehingga timbul kesadaran kolektif untuk bersama memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Sebagaimana tercatat hingga hari kesembilan penertiban, Sabtu (16/5), Polres Payakumbuh telah mengamankan pelanggar PSBB sebanyak 318 Orang. Dari hari ke hari memang terjadi penurunan jumlah pelanggar,“ sambung Kapolres.

Kedepan, Kapolres menambahkan bahwa agenda penertiban ke depan akan diprioritaskan di Pasar Kanopi dan Pasar Ibuh, toko dan swalayan, pengendara yang melalui Check Point dan jalan-jalan kampung.

editor : Moentjak sumber : TribrataNews.

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...